This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 30 Agustus 2014

Makalah Baik dan Buruk

BAB I
PENDAHULUAN
Setiap perbuatan manusia itu ada yang baik dan ada yang tidak baik atau buruk. Baik dan buruk merupakan dua istilah yang banyak digunakan untuk menentukan suatu perbuatan yang dilakukan oleh seseorang. Pernyataan tersebut dapat dijadikan indikator untuk menilai perbuatan itu baik atau buruk sehingga dapat dilatar belakangi sesuatu yang mutlak dan relatif.

Pernyataan – pernyataan tersebut perlu dicarikan jawaban dan dapat dijadikan rumusan masalah sehingga para pembaca menilai sesuatu itu baik atau buruk memiliki indikator yang pasti. Untuk itu dijadikan pembahasan masalah adalah Bagaimana ukuran menilai baik dan buruk menurut pandangan Islam.

BAB II
PEMBAHASAN
Dalam ilmu akhlak kita berjumpa dengan istilah baik buruk, benar salah, apakah kita pakai itu banar atau salah dan apakah kebiasaan-kebiasaan yang kita perbuat untuk baik apa buruk.

A.Pengertian 
1.Baik dan Buruk 
Dari segi bahasa baik adalah terjemahan dari kata khoir ( dalam bahasa arab ) / good ( dalam bahasa Inggris ). Dikatakan bahwa yang disebut baik adalah sesuatu yang menimbulkan rasa keharuan dan kepuasan, kesenangan, persesuaian, dan seterusnya. Pengertian baik menurut Ethik adalah sesuatu yang berharga untuk tujuan. Sebaiknya yang tidak berharga, tidak berguna untuk tujuan apabila yang merugikan, atau yang mengakibatkan tidak tercapainya tujuan adalah buruk dan yang disebut baik dapat pula berarti sesuatu yang mendatangkan memberikan perasaan senang atau bahagia. Dan adapula yang berpendapat yang mengatakan bahwa secara umum, bahwa yang disebut baik / kebaikan adalah sesuatu yang diinginkan, yang diusahakan dan menjadi tujuan manusia. Walaupun tujuan orang atau golongan di dunia ini berbeda-beda, sesungguhnya pada akhirnya semuaya mempunyai tujuan yang sama sebagai tujuan akhir tiap-tiap sesuatu, bukan saja manusia akan tetapi binatang pun mempunyai tujuan.

Mengetahui sesuatu yang baik sebagaimana disebutkan bahwa akan mempermudah dalam mengetahui yang buruk dan diartikan dan diartikan sesuatu yang tidak baik. Dengan demikian yang dikatakan buruk itu adalah sesuatu yang dinilai sebaliknya dari yang tidak baik, dan tidak disukai kehadirannya oleh manusia. Kebaikan yang berhubungan dengan tujuan ini dapat kita bedakan dengan kebaikan sebagai tujuan sementara untuk mencapai tujuan terakhir. Tujuan sementara mungkin hanya sekali bagi seseorang atau sesuatu golongan. Dan tujuan sementara ini sebagai alat atau jalan untuk mencapai tujuan akhir ini terdapat bermacam-macam dan beraneka ragam.

Didalam akhlak Islamiyah, antara baik sebagai akhlak / cara / tujuan sementara harus segaris atau sejalan dengan baik sebagai tujuan sementara dan tujuan akhir berada dalam satu garis lurus yaitu berdasarkan satu norma karena didalam akhlak Islamiyah ini disamping bai itu harus benar. Missal untuk menjadi seorang pengusaha yang kaya. Ia harus berusaha dengan jalan yang halal, tidak dengan menganiaya orang lain, tidak dengan jalan korupsi,. Sebab didalam akhlak Islamiyah ada garis yang jelas antara yang boleh dan tidak boleh, antara yang boleh dilampaui atau tidak, antara halal dan haram.

Berbeda dengan akhlak Machiavelli, yang dianut oleh komunis untuk mencapai tujuan dapat dengan segala macam cara, seperti untuk mencapai kemenangan kekuasaan memelaratkan rakyat agat bisa dikuasai dan untuk mencapai kemenangan dengan membinasakan orang lain.

Jadi menurut akhlak Islam, perbuatan itu disamping baik juga harus belajar, yang benar juga harus baik.

2.Benar dan Salah
Pengertian menurut etika ( Ilmu akhlak ) ialah hal-hal yang sesuai dengan peraturan-peraturan sebaliknya. Pengertian salah menurut etika hal yang tidak sesuai dengan peraturean-peraturan yang berlaku.

Secara objektif “benar” adalah satu, tidak ada dua benar yang berrtentangan. Kebenaran yang objektif yang merupakan kebenaran yang pasti dan satu itu adalah kebenaran yang didasarkan kepada peraturan yang dibuat adalah kebenaran yang didasarkan kepada peraturan yang dibuat oleh Yang Maha Satu, Yang Maha Mengetahui akan segala sesuatu yang Maha Benar.

Dan peraturan yang buat manusia yang bersifat relative itu adalah benar apabila tidak bertentangan dengan peraturan yang objektif yang dibuat oleh Yang Maha Satu Yang Maha Benar, yaitu peraturan yang bertentangan dengan wahyu, karena kebenaran mutlak adalah kebenaran dari Yang Maha Benar.
Artinya :
Kebenaran adalah Tuhanmu dan janganlah kalian termasuk orang yang ragu-ragu.

Peraturan-peraturan yang dibuat oleh manusia, akan dijamin kebenarannya apabila peraturan-peraturan itu tidak bertentangan dengan peraturan yang dibuat oleh Tuhan.

B.Peraturan Baik dan Buruk
Membicarakan baik dan buruk pada perbuatan manusia maka penentuan dan karakternya baik dan buruk perbuatan manusia dapat diukur melalui fitrah manusia.
Menurut Poedja Wijatna berhubungan dengan perkembangan pemikiran manusia dengan pandangan filsafat tentang manusia ( antropologi metafisika ) dan ini tergantung pula dari metafisika pada umumnya. Dan dapat disimpulkan bahwa diantara aliran-aliran filsafat yang mempengaruhi dalam penentuan baik dan buruk diantaranya :

1.Baik Buruk Menurut Aliran Adat Istiadat ( Sosialisme )
Menurut aliran ini ditentukan berdasarkan adat istiadat yang berlaku dan dipegang teguh oleh masyarakat. Didalam masyarakat kita jumpai adat istiadat yang berkenaan dengan cara berpakaian, makan, minum, bercakap-cakap dansebagainya. Orang yang mengikuti cara-cara yang demikian itulah yang dianggap orang yang baik, dan orang yang menyalahinya adalah orang yang buruk. Setiap bangsa memiliki adat istiadat tertentu. Apabila seorang dari mereka menyalahi adat istiadat itu, sangat dicela dan dianggap keluar dari golongan bangsanya.

Pada masa sekarang, kirta dapat membenarkan adat istiadat semacam itu dan bukan mengingkarinya, dan bila adat istiadat itu banyak salahnya, maka tidak tepat dijadikan ukuran baik dan buruk bagi perbuatan-perbuatan kita. Poedja Wijatna mengatakan bahwa adat istiadat pada hakikatnya produk budaya manusia yang sifatnya nisbi dan relative. Keberadaan paham adat istiadat ini menunjukkan eksistensi dan pesan moral dalam masyarakat. Berpegang adat istiadat itu, meskipun tidak benar ada juga faedahnya, sebab ada juga orang-orang yang tidak mau melanggar adat istiadat yang baik, dan banyak pula orang-orang yang tidak mau mengikutinya adat istiadat dari lingkungannya.

2.Baik Buruk Menurut Aliran Hedoisme
Aliran Hedoisme adalah aliran filsafat yang terhitung tua, karena berakar pada pemikiran filsafat Yunani. Menurut paham ini banyak yang disebut perbuatan yang baik adalah perbuatan yang banyak mendatangkan kelezatan, kenikmatan, dan kepuasan nafsu biologis. Aliran ini tidak mengatakan bahwa semua perbuatan mengandung kelezatan, melainkan adapula yang mendatangkan kepedihan, dan apabila ia disuruh memilih manakah perbuatan yang harus dilakukan, maka yang dilakukan adalah yang mendatangkan kelezatan. Maka apabila terjadi keraguan dalam memilih sesuatu perbuatannya, harus diperhitungkan banyak sedikitnya kelezatan dan kepedihannya dan sesuatu itu baik apabila diri seseorang yang melakukan perbuatan mengarah kepada tujuan.

a.Epicurus
Berpendapat bahwa kebahagiaan, kelezatan ialah tujuan manusia, tidak ada kekuatan dalam hidup selain kelezatan dan tidak ada keburukan kecuali penderitaan. Kelezatan akal dan rohani itu lebih penting dari kelezatan badan. Epicurus pun berpendapat bahwa sebaik-baik kelezatan yang dikehendaki ialah kelezatan “ketentraman aka”.

b.Golongan Epicurus
Berpendapat bahwa perbuatan-perbuatan itu tidak diukur dengan kelezatan dan kepedihan yang terbatas waktunya saja, tetapi wajib bagi tiap-tiap manusia melihat ke semua hidupnya.

Epicurus menyebutkan 3 macam kelezatan :
1.Kelezatan yang wajar dan diperlukan contoh makanan, minuman 
2.kelezatan yang wajar tetapi belum diperlukan sekali. Missal kelezatan makan yang enak lebih daripada yang biasa 
3.kelezatan yang tidak wajar dan tidak diperlukan. Missal kemegahan harta benda.

Aliran hedoisme dibagi 2 :
1.Egositic Hedoisme 
Dinyatakan bahwa ukuran kebaikan adalah kelezatan diri pribadi orang yang berbuat. Karena dalam aliran ini mengharuskan kepada pengikutnya agar menyerahkan segala perbuatan untuk menghasilkan kelezatan yang sebesar-besarnya. 

2.Universalistic Hedoisme 
Menyatakan bahwa aliran ini mengharuskan agar manusia dalam hidupnya mencari kebahagiaan yang sebesar-besarnya untuk sesame manusia dan bahkan pada sekalian makhluk yang berperasaan. 

3.Baik dan Buruk Menurut Paham Intuisisme ( Humanisme )
Intuisi adalah merupakan kekuatan batin yang dapat menentukan sesuatu berbagai baim dan buruk dengan sekilas tanpa melihat buah / akibatnya. Aliran Intuitionesme berpendirian bahwa setiap manusia mempunyai kekuatan naluri batiniah yang dapat membedakan sesuatu itu baik atau buruk dengan hanya selintas pandang. Jadi sumber pengetahuan tentang suatu perbuatan mana yang baik atau mana yang buruk adalah kekuatan naluri. Kekuatan Naluri atau batin ioni terkadang berbeda refleksinya karena pengaruh masa dan lingkungan, akan tetapi dasarnya tetep sama dan berakar pada tubuh manusia.

Kekuatan batin ini adalah kekuatan yang telah ada dalam jiwa manusia, tidak terambil dari keadaan dari luarnya. Menurut paham ini perbuatan yang baik adalah perbuatan yang sesuai dengan penilaian yang diberikan oleh hati nurani / kekuatan batin yang ada dalam durinya, dan sebaliknya perbuatan buruk adalah perbuatan yang menurut hati nurani atau kekuatan batin dipandang buruk.

Penentuan baik buruk perbuatan melalui kata hati yang dibimbing oleh ilham / intuisi ini hanyalah dianut dan dikembangkan oleh para pemikir akhlak dari kalangan Islam. Falsafah akhlak mengatakan bahwa etika adalah tidak emosionalistik tetapi etika adalah ilham-ilham intuisi, menurut kekuatan itu tidak berupa emosi dan rasio akan tetapi kekuatan itu mengintruksikan pada manusia agar melakukan berbagai kewajiban dalam hidupnya dan kekuatan itu terletak dalam diri dan batin manusia. Paham Intution telah dikecam yang berkata akan adanya Insting didalam manusia yang dapat memperdayakan antara baik dan buruk, sebagaimana panca indra yang dapat memperbedakan antara macam-macam warna dan suara bahwa manusia itu berselisih dalam memberi hokum kepada hal-hal yang sudah terang.

Dengan mengikuti uraian tersebut kita dapat menyimpulkan bahwa penentuan baik buruk yang berdasarkan intuisi ini dapat menghasilkan penentuan baik dan buruk yang berdasarkan intuisi ini dapat menghasilkan penentuan baik dan buruk secara universal atau berlaku bagi masyarakat pada umumnya. Hal ini dapat dipahami karena manusia betapapun memiliki tempat tingga, kebangsaan, ras, agama dan lainnya berbeda.

4.Baik Buruk Menurut Paham Utilitarianisme
Maksud dan paham ini adalah untuk sesame manusia / semua makhluk yang memiliki perasaan. Dalam abad sekarang ini kemajuan dibidang teknik cukup meningkat, dan kegunaanlah yang menentukan segala-galanya. Namun demikian paham ini terkadang cenderung akstrem dan melihat kegunaan hanya dari sudut pandang materialistic kegunaan dalam arti bermanfaat yang tidak hanya berhubungan dengan materi melainkan juga dengan yang bersifat rohani bisa diterima. Dan kegunaan bisa juga diterima jika yang digunakan itu hal-hal yang tidak menimbulkan kerugian bagi orang lain. Nabi misalnya menilai bahwa orang yang baik adalah orang yang memberi manfaat pada yang lainnya.

Ada beberapa kekurangan dalam peham ini yang bertentangan :
1.Paham yang memastikan untuk memberi hokum kepada perbuatan akan kebaikan dan keburukannya. 
2.Kebahagiaan umum tidak menjadi ukuran yang tetap lagi terbatas, sehingga untuk memberi hokum sebuah perbuatan akan baik dan buruknya menjadi tempat perselisihan yang banyak. 
3.Paham yang menjadikan manusia bersikap dingin pandangannya hanya ditujukan kepada buah-buah perbuatan apa yang ada kelezatan dan kepedihan. 
4.Perkataan yang menyatakan bahwa tujuan hidup itu hanya mencapai kelezatan dan menjauhi kepedihan adalah merendahkan kehormatan manusia dan tidak pantas kecuali bagi jenis binatang. 
5.Baik Buruk Menurut Paham Vitalisme 

Menurut pahamm ini yang baik ialah yang mencerminkan kekuatan dalam hidup manusia. Paham ini pernah dipraktekkan pada penguasa di zaman feodalisme terhadap kaum yang lemah dan bodoh. Dengan kekuatan dan kekuasaan yang dimiliki ia mengembangkan pola hidup feodalisme, kolonialisme, dictator dan tiranik. Perbuatan dan ketetapan yang dikeluarkan menjadi pegangan bagi masyarakat, mengingat orang yang bodoh dan lemah selalu mengharapkan pertolongan dan bantuannya. Dalam masyarakat yang sudah maju, dimana ilmu pengetahuan dan keterampilan sudah mulai banyak dimiliki oleh masyarakat, paham utalisme tidak akan mendapat tempat lagi, dan digeser dengan pandangan yang bersifat demokratis.

6.Baik Buruk Menurut Paham Religiosme
Menurut paham ini dianggap baik adalah perbuatan yang sesuai dengan kehendak Tuhan, sedangkan perbuatan buruk adalah perbuatan yang tidak sesuai dengan kehendak Tuhan. Dalam paham ini keyakinan feologis, yakni keimanan kepada Tuhan sangat memegang peranan penting, karena tidak mungkin orang mau berbuat sesuai dengan kehendak Tuhan, jika yang bersangkutan tidak beriman kepadanya. Menurut Poedjawitna aliran ini dianggap paling baik dalam praktek, namun terdapat pula keberatan terhadap aliran ini, yaitu karena ketidakumuman dari ukuran baik dan buruk yang digunakannya. Diketahui bahwa didunia ini terdapat bermacam-macam agama, dan masing-masing agama menentukan baik buruk menurut ukurannya masing-masing. Agama Hindu, Budha, yahudi. Kristen, dan Islam, misalnya masing-masing memiliki pandangan dan tolak ukur tentang baik dan buruk yang satu dan lainnya berbeda-beda.

7.Baik Buruk Menurut Paham Evolusi ( Evolution )
Mengikuti paham ini mengatakan bahwa segala sesuatu yang ada di ala ini mengalami evolusi yaitu berkembang dari apa adanya menuju kepada kesempurnaannya. Paham ini pertama muncul dibawah oleh seorang ahli pengetahuan bernama “LAMARK”. Dia berpendapat bahwa jenis binatang itu berubah satu sama lainnya. Pendapat ini bukan hanya berlaku pada benda-benda yang tampak, seperti binatang, manusia, dan tumbuh-tumbuhan. Tetapi juga berlaku pada benda yang tak dapat dilihat / diraba oleh indra, seperti akhlak dan moral.
Ada 2 faktor pergantian :
1.Lingkungan mengadakan penyesuaian dirinya menurut keadaan 
2.Warisan bahwa sifat-sifat tetap pada pokok, sesuai dengan pertengahan berpindah pada cabang-cabangnya. Paham ini disebut paham pertumbuhan dan kepeningkatan ( Evolution ). 
Herbert Spencer ( 1820 – 1903 ) salah seorang ahli filsafat Inggris yang berpendapat evolusi ini mengatakan bahwa perbuatan akhlak itu tumbuh secara sederhana, kemudian berangsur-angsur meningkat sedikit demi sedikit berjalan kea rah cita-cita yang dianggap sebagai tujuan. Tampaknya bahwa Spencer menjadikan ukuran perbuatan manusia itu ialah mengubah diri sesuai dengan keadaan yang mengelilinginya.

Dalam sejarah paham evolusi, Darwin ( 1809 – 1882 ) ada;ah seorang ahli pengetahuan yang paling banyak mengemukakan teorinya. Dia memberikan penjelasan tentang pahamm ini dalam bukunya The Origin of species. Dikatakan bahwa perkembangan ala mini didasari oleh ketentuan-ketentuan berikut :
1.ketentuan alam ( selection ao nature ) 
2.perjuangan hidup ( straggle for life ) 
3.kekal bagi yang lebih pantas ( survival for the fit test ) 

Yang dimaksud dengan ketentuan alam adalah bahwa alam ini menyaring segala yang maujud ( ada ). Berdasarkan ciri-ciri hukum alam yang terus berkembang ini dipergunakan untuk menentukan baik dan buruk.

8.Baik Buruk Aliran Idealisme
Aliran idealisme merupakan factor terpenting dari wujudnya tindakan-tindakan yang nyata. Menurut Immanual kant untuk dapat terealisasinya tindakan dari kemauan yang baik, maka kemauan yang perlu dihubungkan dengan suatu hal yang akan menyempurnakannya. Dijelaskan pokok-pokok pandangan Immanual Kant :
1.Wujud yang paling dalam dari kenyataan ( hakikat ) ialah kerohanian 
2.Factor yang paling penting mempengaruhi manusia ialah kemauan yang melahirkan tindakan yang konkrit. 
3.Dari kemauan yang baik itulah dihubungkan dengan suatu hal yang menyempurnakannya yaitu rasa kewajiban. 

Dalam etika Immanual Kant, kita dapat mengadakan beberapa catatan :
1.Dasar etika Kant, ialah akal pikiran 
2.Menurut Kant, yang terpenting ialah kemauan mencapai hakikat sesuatu. 
3.Kant, mendasarkan “rasa kewajiban” untuk terwujudnya perbuatan banyak hal-hal yang meminta perhatian etika 

9.Baik Buruk Aliran Tradisonal
Tiap umat manusia mempunyai adat / tradisi dan peraturan tertentu yang dianggap baik untuk dilaksanakan. Karena itu, kapan dan dimanapun juga, dipengaruhi oleh adat kebiasaan atau tradisi bangsanya, karena lahir dalam lingkungan bangsanya. Harus diakui, bahwa aliran ini banyak mengandung kebenaran, hanya secara ilmiah kurang memuaskan, karena tidak umum. Dengan demikian, maka terjadilah bermacam-macam perbedaan adat / kebiasaan diantara bangsa-bangsa, tidak itu saja, bahkan perbedaan antar suku. Adapun sumber daripada adat kebiasaan antara lain :
1.Perbuatan-perbuatan yang dilakukan oleh nenek moyangnya 
2.Perbuatan / peristiwa secara kebetulan, meskipun tidak berdasarkan kepada akal. 
3.Anggapan baik dari nenek moyangnya terhadap sesuatu perbuatan yang akhirnya diwariskan secara turun temurun. 
4.Perbuatan orang-orang terdahulu 

10.Baik Buruk Aliran Naturalisme 
Yang menjadi ukuran baik dan buruknya perbuatan manusia menurut aliran ini adalah perbuatan yang sesuai dengan ftrah / naluri manusia itu sendiri, baik mengenai fitrah lahir maupun fitrah batin. Aliran ini berpendirian bahwa segala sesuatu dalam dunia ini menuju kepada suatu tujuan tertentu. Dengan memenuhi panggilan nature setiap sesuatu akan dapat sampai kepda kesempurnaan. Karena akal pikiran itulah yang menjadi wasilah bagi manusia untuk mencapai tujuan kesempurnaan, maka manusia harus melakukan kewajibannya dengan berpedoman kepada akal.

11.Baik Buruk Aliran Theologis
Aliran ini berpendapat bahwa yang menjadi ukuran baik dan buruknya perbuatan manusia, adalah didasarkan atas ajaran Tuhan, apakah perbuatan itu diperintahkan / dilarang oleh-Nya. Dengan perkataan theologies saja nampakanya masih samara karena didunia ini terdapat bermacam-macam agama yang mempunyai kitab suci sendiri-sendiri yang antara satu dengan yang lain tidak sama. Sebagai jalan keluar dari kesamaran itu ialah dengan mengkaitkan etika, theologies ini dengan jelas kepada agama, missal etika theologies menurut Kristen, ertika theologies menurut Yahudi dan Theologis menurut Islam.

C.Sifat Dari Baik dan Buruk
Sifat dari baik dan buruk didasarkan pada pandangan filsafat yang sesuai dengan sifat dari filsafat itu sendiri yaitu berubah relative nisbi dan tidak universal. Sifat baik buruk yang dikemukakan berdasarkan pandangan tersebut sifatnya subjektif, local dan temporal. Dan oleh karenanya nilai baik buruk itu sifatnya relative.

D.Baik dan Buruk Menurut Ajaran Islam
Ajaran Islam adalah ajaran yang bersumberkan wahyu Allah SWT. Al Qur’an yang dalam penjabarannya dilakukan oleh hadits Nabi Muhammad SAW.
Menurut ajaran Islam penentuan baik dan buruk harus didasarkan pada petunjuk Al Qur’an dan Al Hadits. Jika tidak memperhatikan Al Qur’an dan Al Hadits dapat dijumpai berbagai istilah yang mengacu pada yang baik dan adapula yang mengacu pada yang buruk. Missal Alhasanah dikemukakan oleh Al – Eqghib al asfahani adalah suatu istilah yang digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang disukai atau dipandang baik. Lawan dari alhasanah adalah al sayyiah. Yang termasuk al hasanah missal keuntungan kelapangan rezeki dan kemenangan. Misalnya kita jumpai pada ayat yang Artinya : "Ajaran manusia menuju Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik".

Adapun kata Al birr digunakan untuk menunjukkan pada upaya memperluas / memperbanyak melakukan perbuatan yang baik. Jika kata tersebut digunakan untuk sifat Allah, maka maksudnya adalah bahwa Allah memberikan balasan pahala yang besar, dan jika digunakan untuk manusia, maka yang dimaksud adalah ketaatannya. 

BAB III
KESIMPULAN / PENUTUP
Pengertian baik dan buruk 
Sesuatu yang disebut baik atau buruk itu relative sekali, karena bergantung pada pandangan dan penilaian masing-masing yang merumuskannya dan pengertian ini bersifat subjektif, karena bergantung pada individu yang menilainya. 
Beberapa aliran-aliran filsafat yang mempengaruhi dalam penentuan baik dan buruk diantaranya : 
1.Baik buruk melalui Aliran Adat Istiadat 
2.Baik buruk melalui Aliran Hedoisme 
3.Baik buruk melalui Aliran Intuisisme 
4.Baik buruk melalui Aliran Utilitarianisme 
5.Baik buruk melalui Aliran Vitalisme 
6.Baik buruk melalui Aliran Religiosme 
7.Baik buruk melalui Aliran Evolusi 
8.Baik buruk melalui Aliran Idealisme 
9.Baik buruk melalui Aliran Tradisional 
10.baik buruk melalui Aliran naturalisme 
11.Baik buruk melalui Aliran Theologis 

DAFTAR PUSTAKA
Nata, Abiddin. 1996. Akhlak Tasawuf. Jakarta : PT raja grafindo Persada Mustofa, 
Akhmad. 1999. Akhlak Tasawuf. Bandung : CV Pustaka Setia Shaltat, 
Mahmud. 1994. Aqidah dan Syari’at Islam. Jakarta : Bumi Aksara Al Baqir, 
Muhammad. 1994. Membentuk Akhlak Mulia. Bandung. Karisma.

Senin, 14 Juli 2014

MAKALAH PERSPEKTIF FENOMENOLOGI

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat, karunia serta hidayah-Nya, makalah ini dapat terselesaikan. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurahkan kepada baginda Muhammad SAW, beserta seluruh keluarga dan sahabat-Nya, serta pengikut-Nya yang insya Allah akan selalu istiqomah di atas sunnah-sunnah, serta ajaran yang beliau bawa sampai hari kiamat kelak.
Makalah yang berjudul ”Perspektif  Fenomenologi” ini disusun untuk menyelesaikan tugas kelompok dalam mata kuliah Psikologi kepribadian 2 dengan dosen ibu Liany Luzvinda,M.Si di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta pada Program Studi Psikologi. Harapan kami sebagai penulis kiranya makalah ini sesuai dengan harapan ibu dosen pada mata kuliah ini.
Penulis menyadari bahwa tulisan ini jauh dari sempurna. Maka penulis akan menerima bila ada pembaca yang mau memberikan saran dan masukan bagi perbaikan tulisan ini. Semoga tulisan ini memberikan manfaat yang baik bagi kemajuan ilmu pengetahuan.
Wasssalamu’alaikum Wr. Wb.

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Fenomenologi berasal dari bahasa Yunani phainomenon dan logos. Phainomenon berarti tampak dan phainen berarti memperlihatkan. Sedangkan logos berarti kata, ucapan, rasio, pertimbangan. Dengan demikian, fenomenologi secara umum dapat diartikan sebagai kajian terhadap fenomena atau apa-apa yang nampak. Lorens Bagus memberikan dua pengertian terhadap fenomenologi. Dalam arti luas, fenomenologi berarti ilmu tentang gejala-gejala atau apa saja yang tampak. Dalam arti sempit, ilmu tentang gejala-gejala yang menampakkan diri pada kesadaran kita. 
Sebagai sebuah arah baru dalam filsafat, fenomenologi dimulai oleh Edmund Husserl (1859 – 1938), untuk mematok suatu dasar yang tak dapat dibantah, ia memakai apa yang disebutnya metode fenomenologis. Ia kemudian dikenal sebagai tokoh besar dalam mengembangkan fenomenologi. Namun istilah fenomenologi itu sendiri sudah ada sebelum Husserl. Istilah fenomenologi secara filosofis pertama kali dipakai oleh J.H. Lambert (1764). Dia memasukkan dalam kebenaran (alethiologia), ajaran mengenai gejala (fenomenologia). Maksudnya adalah menemukan sebab-sebab subjektif dan objektif ciri-ciri bayangan objek pengalaman inderawi (fenomen). Jadi Perspektif Fenomenologi adalah perspektif yang membahas tentang fenomena yang tampak dari individu berdasarkan subjektivitas pola pikir individu.

Rumusan Masalah
Apa yang dimaksud dengan perspektif fenomenologi?
Apa yang dibahas dalam fungsi autonomi allport?
Apa yang dibahas dalam teori-teori Lewin?
Apa yang dibahas dalam teori-teori George W. Kelly?
Apa yang dibahas dalam teori-teori Carl Rogers?

BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Perspektif Fenomenologi
Teori fenomenologis fokus pada pengalaman yang dirasakan langsung& konsep individu dan pada usaha individu dalam mencapai pertumbuhan & aktualisasi diri. Pendekatan ini lahir atas anggapan dasar psikoanalisis, bahwa setiap hal, termasuk psikopatologi maupun ketidakmampuan fungsional disebabkan oleh kejadian-kejadian yang dihayati buruk di masa lalu. Kejadian-kejadian buruk atau kegagalan-kegagalan berakar dari pelaksanaan peran yang salah kekuatan-kekuatan dalam atau konflik-konflik intrapsikis. Melalui terapi ia dapat belajar untuk memahaminya, dan melalui penyadaran atau Insight akan timbul pembebasan dari permasalahan yang tersembunyi, simtom-simtom, dan kegagalan untuk hidup produktif, kehidupan penuh makna. Pada akhir 1940-an muncul pemikiran baru sebagai alternative berhubungan dengan berbagai hal yang sukar dilaksanakan dan sukat dipahami dari psikoanalisis, misalnya Nondirective counseling, yang kemudian dikenal dengan nama Client-centeredTherapy berdasarkan pemikiran Carl Rogers.
Pemikiran Rogers ini dianggap sebagai wakil yang paling penting untuk terapi-terapi di luar pendekatan psikodinamik, yang klasik/ortodok atau pendekatan psikodinamik yang sekedar berorientasi pada psikoanalisis saja. Banyak jenis terapi yang lain, di antaranya adalah: Ratio-Emotive Therapy dan Ellis, Gestalt-Therapy dari Perls,Logo Therapy dari Frankl, dan Transactional Analysis dari Eric Berne. Phenomenologi dapat diartikan juga sebagai pandangan seseorang secara subjektif dalam kehidupan. Untuk mengetahui pola pikir subjek, harus mengerti pengalaman yang telah di alami oleh subjek. Dan untuk memahami pola pikir subjek juga harus menggunakan pola pikir subjek tersebut, tidak bisa menggunakan pemikiran sendiri.

Fungsi Autonomy Allport
Fungsi otonomi adalah motivasi individu yang bersifat independen (tidak terikat dengan masa lalu). Ada 2 level fungsi otonomi, yaitu :
Perseverative functional autonomy (perilaku bukan karena alasan awal, tapi perilaku tersebut sudah mejadi kegiatan rutin/habit), contohnya : perokok.
Propriate functional autonomy (perilaku dihubungan pada nilai-nilai, self-image, dan gaya hidup).
3 prinsip propriate functional autonomy : organizing the energy level, astery and competence, propriate paterning.
   
Allport menuliskan bahwa tidak semua perilaku dan  motif dapat diperjelas oleh prinsip-prinsip functional autonomy, seperti : gerak refleks, fiksasi, dan perilaku berasal dari biologis. Dalam fungsi Autonomi karakter dari motif berubah sangat radikal dari masa pertumbuhan awal menuju kematangan, kita bisa membahas motif disaat dewasa seperti menggantikan motif pada masa kanak-kanak atau masa pertumbuhan yang dihasilkan dari kemandirian. Dalam teori ini Allport menekankan pada motif kontemporer yaitu motif yang dapat dimengerti dari apa yang telah ditampilkan pada masa ini tanpa memperhatikan sumber yang terjadi di masa lalu karena masa lalu dianggap tak dapat menjelaskan motif.
Allport juga menjelaskan proses dari kepribadian itu dalam sebuah konsepnya, “functional autonomy”. Konsep ini menjelaskan bahwa motif kematangan, kesehatan emosional seseorang tidak terhubung secara fungsional kepada pengalamannya di masa lalu sejak ia lahir. Dari konsep tersebut dapat diketahui bahwa allport berpendapat bahwa motivasi dari tiap individu itu bersifat independent dan tidak terikat atau terhubung dengan hal yang lainnya. Allport juga terfokus kepada pengalaman persepsi seseorang dimasa kini. Dan fokus kepada pandangan holistik individu sebagai penghubung.
Konsep ini terdiri atas dua level fungsi otonom, yaitu Perseverative functional autonomy dan Propriate functional autonomy.
·Perseverative functional autonomy merupakan level yang dasar, berkaitan dengan perilaku seseorang yang sudah menjadi kegiatan rutin, seperti kecanduan atau tindakan fisik yang berulang. Contohnya : perokok.
·Propriate functional autonomy merupakan level yang lebih penting ketimbang level Perseverative functional autonomy dan penting untuk pemahaman motivasi dewasa dihubungan pada nilai-nilai, self-image, dan gaya hidup.
Selain itu, terdapat tiga prinsip pada level propriate functional autonomy, yaitu:
1.Organizing the energy level, menjelaskan bagaimana kita memperoleh motif baru
2.Mastery and competence, mengacu pada level yang mana akan kita pilih untuk memuaskan motif
3.Propriate patterning, menjelaskan perjuang (usaha) terhadap konsistensi danintegrasi kepribadian.

Lewin’ Life Space
Teori ini masih dipengaruhi oleh teori lapangan yang dibawa oleh freudian. Teori lapangan adalah cara untuk mempersepsikan objek tergantung dari hasil hubungan keseluruhan di lingkungan. Apa yang di persepsikan tergantung kepada hubungan antara persepsi dilapangan dan karakteristik individu.  Life Space Teori  mendefinisikan ruang kehidupan sebagai hasil dari kenyataan yang menentukan sikap dari individu yang sebenarnya yang mencakupi manusia (individu) dan lingkungan psikologi.
B = f(P,E)
B, adalah behavior   f, adalah fungsi   P, adalah person  E, adalah environment
Teori teleological, menyebutkan bahwa kejadian yang akan datang akan mempengaruhi sikap dan tingkah laku pada masa sekarang. Sebaliknya berdasarkan teori classical physics, menyebutkan bahwa kejadian dimasa lalu adalah yang menyebabkan sifat dan tingkah laku pada masa sekarang. Dalam menyebutkan/ menjelaskan ruang kehidupan lewin menggunakan principle of contemporanity (prinsip modern).

TEORI KEPRIBADIAN KURT LEWIN
Teori Lewin ini dapat dimengerti dalam rangka struktur, dinamika dan perkembangan kepribadian.
Struktur Kepribadian
Kenyataan psikologi yang selalu dipegang Lewin ialah bahwa pribadi itu selalu ada dalam lingkungannya, pribadi tidak dapat dipikirkan lepas dari lingkungannya.
a. Pribadi
Pribadi itu secara struktural ialah dengan cara melukiskan pribadi itu sebagai keseluruhan yang terpisah dari hal-hal lainnya yang di dunia ini.
b. Lingkungan Psikologis
c. Ruang Hidup
Ruang hidup disebut juga “medan psikologis” (keseluruhan situasi) adalah totalitas realitas psikologis yang berisikan semua fakta yang dapat mempengaruhi tingkah laku individu pada sesuatu saat. Dengan kata lain, tingkah laku adalah fungsi daripada ruang hidup. Dan ruang hidup itu adalah hasil interaksi antara Pribadi (P) dan lingkungan psikologis (Lp).
d. Diferensiasi Ruang Hidup
Penggambaran ruang hidup (pribadi dalam lingkungan psikologisnya) seperti yang telah diberikan di muka atau tidak cukup menggambarkan kenyataan yang sebenarnya, sebab dalam kenyataannya baik pribadi maupun lingkungan psikologisnya itu bukan unitas yang mutlak, tetapi mempunyai diferensiasi. Diferensiasi ruang hidup terdiri atas dua aspek yaitu Pribadi berdiferensiasi dan Lingkungan psikologis berdiferensiasi.
e. Banyaknya Daerah
Banyaknya daerah itu ditentukan oleh banyaknya faktor-faktor psikologis yang ada pada sesuatu saat. Apabila hanya ada dua fakta dalam ruang hidup, pribadi dan ruang psikologisnya, maka hanya ada dua daerah di dalam ruang hidup.
f. Dimensiasi-dimensiasi Ruang Hidup
Ruang hidup itu mempunyai dimensi waktu dan dimensi realitas-realitas.
1). Dimensi Waktu
Kurt Lewin berpegang pada prinsip kekinian. Walaupun menurut prinsip kekinian masa lampau dan masa depan tidak mempengaruhi tingkah laku kini, tetapi sikap, perasaan, pikiran mengenai masa lampau atau masa depan mempengaruhi tingkah laku kini. Karena itu, masa kini harus juga memuat sangkut-pautnya dengan masa lampau dan masa depan. Lewin menunjukkan bahwa ruang hidup neonatus dapat digambarkan sebagai medan yang daerah-daerahnya relatif sedikit dan kurang jelas bedanya satu sama lain.
2). Dimensi realitas-irrealitas
Dimensi dalam ruang hidup itu membawa diferensiasi pula dalam dimensi realitas-realitas. Irrealitas berisikan fakta khayal. Diantara kedua bentuk ekstrem itu terdapat berbagai taraf, seperti perbuatan itu lebih mempunyai realitas daripada berbicara tentang perbuatan itu, tujuan yang ideal kurang sifat realitasnya daripada tujuan yang langsung.

Teori konstruk personal George A. Kelly
Teori konstruk personal George A. Kelly lebih berusaha untukmenjelaskanpribadiorang itusendiri daripada hipotesis dari para psikolog. daripada melihat orang-orang sebagai korban oleh impuls dan pertahanan mereka, posisi ini memandang keinginan manusia secara aktif, hipotesisnya selalu berubah.
Menurut George A. Kelly, psikologi sifat mencoba untuk menemukan tempat seseorang pada dimensi kepribadian teori ini. teori konstruk personal sebaliknya mencoba untuk melihat bagaimana orang melihat dan meluruskan kegiatan untuk dimensi sendiri. Itu merupakan Harapan Kelly untuk menemukan sifat dimensi konstruk pribadi dari pada untuk mencari posisi individu pada dimensi teori para psikolog.
Konstruksi peronal adalah unit utama teori George A. Kelly. Operasi Kelly untuk mengukur konstruk yang paling terlihat dalam perannya membangun tes perbendaharaan. Anda akan diminta untuk daftar banyak orang hal-hal yang penting bagi Anda. Setelah barang-barang tersebut terdaftar, Anda akan diminta untuk mempertimbangkan mereka dalam kelompok tiga. Dalam setiap triad Anda harus menunjukkan bagaimana dua item yang mirip satu sama lain dan berbeda dari ketiga. Hal ini juga memungkinkan untuk mempelajari karakteristik sistem membangun rakyat. 
Tes rep merupakan instrumen yang fleksibel yang dapat disesuaikan untuk berbagai tujuan, dan menyediakan cara sederhana yang mudah digunakan dan peri untuk memulai eksplorasi canstruct pribadi. 

Membangun konseptualisasi Pribadi dari Gary W.
George A. Kelly menggunakan contoh dari pendapat Gary W. tentang dunia.
Rasionalitas-Rasakan. Ini adalah dimensi konstruk yang tampaknya menjadi hal penting untuk Gary. Gary mamberi Contoh hubungan intim antar pasangan Dan hubungan persahabatan. Hubungan intim ini ditandai dengan perasaan yang sangat kuat dan keutamaan emosi, dan didasarkan pada daya tarik fisik. Persahabatan, sebaliknya, didasarkan pada alasan rasional.
Kekuasaan dan kontrol-ketergantungan dan kelemahan. Hal ini tampaknya menjadi dimensi utama yang dewasa dan anak-anak berbeda. Orang dewasa adalah musuh anak-anak. Itu karena orang tua membutuhkan seorang anak yang seperti mereka inginkan, biasanya kebalikan dari apa yang diinginkan anak.
Kekalahan-sukses. Kekalahan-sukses adalah dimensi yang berhubungan erat sekitar yang sejumlah konstruksi yang berkerumun. 

keamanan-kebebasan. Gary menggambarkan peraturan seperti saat bersama keluarganya sedangkan kebebasan seperti hidup santai.
Prilaku acuan untuk konstruksi pribadi
ketika orang mulai untuk mengekspresikan konstruksi mereka, mereka biasanya mulai dengan bahasa yang sederhana dan global. Penilai konstruksi pribadi mengakui bahwa pembicaraan tentang pengalaman pribadi dan perasaan cenderung ambigu. penilaian membangun pribadi yang memadai dari apa yang orang bilang melibatkan analisi sapa yang mereka maksud. analisis konstruksi pribadi bahasa mencoba untuk menguraikan isi dari apa yang disampaikan dan untuk menemukan makna itu bagi orang.
Alhasil, kelly mendesak penyelidikan spesifik dan rumit dalam konstruksi pribadi dengan mendapatkan banyak contoh perilaku sebagai referensi bagi mereka. Kelly menjelaskan dengan rinci teknik-teknik untuk menjelajah kondisi dibawah konstruksi pribadi tentang reaksi emosi.
People as scientists (Manusia sebagai ilmuwan)
Psikologi pembentuk kepribadian meneliti bahwa orang-orang berhasil dalam mengatasi medan psikologis dari hidup mereka. Kelly menegaskan bahwa, sama seperti ilmuwan yang mempelajari hal tersebut, manusia juga berpartisipasi dalam menafsirkan perilaku---mengkategorikan, menafsirkan, menjuluki, dan menilai diri dan dunia mereka: Semua orang adalah ilmuwan.
Individu dinilai oleh psikologi yaitu penilai diri mereka sendiri yang mengevaluasi dan menafsirkan perilaku yang mereka miliki; mereka bahkan menilai psikolog kepribadian yang mencoba untuk menilai diri mereka. Konstruksi dan hipotesis tentang perilaku yang dirumusukan oleh semua orang tanpa menghiraukan gelar resmi dan kepercayaan mereka sebagai ilmuwan. Menurut Kelly, ini adalah konstruksi, dan tidak hanya sekedar respon alamiah, yang harus mempelajari sebuah pendekatan yang memadai untuk kepribadian. Mengkategorikan kepribadian sama jelas ketika seorang pasien gila mendeskirpsikan kepribadiannya, ide-ide pribadi ketika terapi, dan ketika seorang ilmuwan mendiskusikan tentang konstruksi dan teori favoritnya pada pertemuan profesional. Kedua orang mewakili lingkungan internal, dan mengungkapkan pernyataan mereka dan pengalaman pribadi dalam konstruksi psikologis mereka. Konstruksi pribadi, perilaku yang tidak objektif di deskripsikan pada dimensi  yang jelas, menghadapi psikologi kepribadian.
Kelly mencatat bahwa banyak ilmuwan psikologis melihat diri mereka sebagai motivasi untuk mencapai kejernihan nalar dan untuk mengerti fenomena, termasuk hidup mereka. Pokok-pokok dari teori mereka, berbeda dengan teoretisi diri, yang terlihat tidak menyadari korban dari hal yang aneh dan kebiasaan mereka yang tidak dapat di pahami atau di kontrol. Kelly mencoba menghapus perbedaan antara teori dan partisipasi dan memperlakukan semua manusia  jika mereka seorang ilmuwan.
Sama seperti ilmuwan, peserta menghasilkan gagasan dan hipotesis yang mereka coba untuk mengantisipasi dan mengkontrol kejadian dalam hidup mereka. Oleh karena itu, untuk memahami peserta, seseorang harus memahami gagasannya atau teori pribadinya. Untuk mempelajari gagasan seseorang, seseorang harus menemukan contoh perilaku atau referensi untuk mereka. Kita gabisa tau apa yang orang lain maksud ketika mereka mengatakan “saya egois,” atau “aku bukan orang yang ramah” atau “aku mungkin bisa jatuh cinta” kecuali dia memberi kita contoh perilakunya. Contoh yang diperlukan adalah gagasan untuk membangun pribadi,   misalnya cara pasien menafsirkan dirinya “sebagai seorang wanita”, atau teoritis, ketika  seorang psikolog membicarakan tentang “introversi” atau “pertahanan ego”. Gagasan bisa diketahui hanya melalui perilaku.

Constructive Alternativism: Banyak jalan untuk melihat
Jika salah satu mengadopsi pendekatan Kelly, lalu:
Alih-alih membuat pengertian kita sendiri dari apa yang orang lain lakukan kita dapat mengerti apa akalmereke terbuat dari apa yang mereka lakukan. bukan menyusun peristiwa dalam hidup mereka dengan cara yang paling ilmiah terlalu kikir, kita bisa bertanya bagaimana mereka menempatkan sesuatu bersama-sama, tanpa menghiraukan apakah mereka  masih terlalu hemat atau tidak.
Kejadian yang sama bisa dikategorikan sebagai alternatif. Sementara orang-orang mungkin tidak dapat selalu mengubah kejadian, mereka bisa menafsirkannya dengan berlainan atau berbeda(franselle,1995). Itulah yang Kelly artikan dari konstruktif alternativism. Untuk menggambarkan, lihat kejadian ini: Seorang anak menjatuhkan vas bunga kesayangan ibunya. Apa maksudnya? Kejadiannya adalah tentang vas yang pecah. Tanya pada ahli jiwa si anak dan dia akan menyebutkan kemarahan tidak sadar anak tersebut. Tanya pada ibunya dan dia akan mengatakan bahwa betapa jahat anaknya itu. Ayahnya mengatakan kalau anaknya manja. Gurunya melihat bahwa kejadian tersebut bukti dari kemalasan si anak dan kecanggungan kronis; Neneknya menyebut ini hanya sebuah kecelakaan; dan anak tersebut bisa menafsirkan kejadian tersebut sebagai refleksi dari kebodohannya. Sementara kejadian tidak dapat dibatalkan-vasnya pecah-intrepetasi ini membuka untuk konstruksi alternatif dan ini dapat menyebabkan tindakan yang berbeda.
Teori kelly  dimulai dari dalil yang mendasar ini: “Seseorang secara psikologis berproses dengan cara di mana ia mengantisipasi kejadian”(Kelly,1995,p.46). ini berarti bahwa aktifitas seseorang dipandu oleh konstruksi yang digunakan untuk memprediksi kejadian. Seperti teori fenomenologi lainnya, dalil ini menekankan pandangan subjektif seseorang, tapi ini lebih spesifik dalam fokus bagaimana individu memprediksi dan mengantisipasi kejadian. Meskipun rincian teori tidak perlu perhatian kita di sini, beberapa ide-ide utama memerlukan komentar.
Kelly khawatir dengan kenyamanan membangun daripada dengan kebenaran mereka. Ketimbang mencoba menilai apakah membangun tertentu adalah benar, Pendekatannya hadir untuk kenyamanan yang atau utilitas untuk construer. Daripada mencoba untuk menilai apakah atau tidak klien “benar-benar sebuah homosexual” atau “benar-benar akan gila,” satu mencoba untuk menemukan implikasi bagi kehidupan klien menginterpretasikan dirinya dengan cara itu. Jika pembangunan itu tidak nyaman, tugas kemudian adalah untuk menemukan alternatif yang lebih baik--- Yaitu yang  memprediksi lebih baik dan mengarah ke hasil yang lebih baik. Seperti psikolog mungkin akan terjebak dengan teori yang tidak memadai, Jadi para pasien juga dapat menusuk diri pada konstruksi mereka dan menafsirkan sendiri menjadi dilema. individu dapat menyiksa diri menjadi percaya bahwa 'saya tidak cukup layak' atau 'saya tidak cukup berhasil', seolah-olah vonis ini adalah masalah fakta tidak terbantahkan daripada konstruksi dan hipotesis tentang perilaku. pekerjaan psikoterapi adalah untuk menyediakan kondisi-kondisi di mana membangun pribadi dapat diuraikan, dan diuji untuk implikasinya. Jika mereka terbukti menjadi tidak berguna kepada orang, mereka kemudian dapat diubah, hanya seorang ilmuwan dapat mengubah sebuah teori atau gagasan bahwa ternyata tidak untuk bekerja dengan baik. Seperti ilmuwan, setiap orang perlu kesempatan untuk menguji membangun pribadi dan untuk memvalidasi atau membatalkan mereka, semakin memodifikasi mereka dalam pengalaman baru.

Roles : many ways to be  (Peran: banyak cara untuk menjadi)
Daripada melihat manusia yang memiliki ciri-ciri yang cukup stabil, secara umum, Kelly melihat mereka mampu memberlakukan banyak peran yang berbeda dan terlibat dalam perubahan terus-menerus. Peran, untuk kelly, merupakan upaya untuk melihat orang lain melalui kacamata lainnya---itu adalah, untuk melihat seseorang melalui konstruksi nya dan struktur satu tindakan di bawah cahaya. menetapkan peran memerlukan bahwa perilaku dibimbing oleh persepsi dari sudut pandang orang lain. Dengan demikian, peran bermain ibumu, contoh-contoh yang Anda harus mencoba untuk melihat hal-hal (termasuk diri Anda) seperti yang dilakukannya, 'melalui matanya', dan bertindak berdasarkan persepsi ini. Anda akan mencoba untuk bersikap seolah-olah benar-benar ibu Anda. Kelly menggunakan teknik peran bermain secara ekstensif sebagai prosedur therapetic dirancang untuk membantu orang-orang yang memperoleh perspektif baru dan menghasilkan cara-cara mudah untuk hidup.

People Are What They Make of Themselves: Self-Determinations
Seperti fenomena lainnya, Kelly menolak adanya gagasan motif tertentu.  Sifat manusia berfokus pada bagaimana orang menafsirkan sendiri dan apa yang mereka lakukan cahaya konstruksi(Fransella,1995). Kelly (seperti rogers) percaya bahwa ada konsep khusus diperlukan untuk memahami mengapa orang termotivasi dan aktif: setiap orang termotivasi 'tidak ada alasan lain daripada dia hidup'(Kelly,1958,p.49).
Seperti banyak existentialists, Kelly percaya bahwa individu adalah apa yang ia kerjakan dan datang untuk mengetahui sifat-Nya dengan melihat apa yang dia lakukan. Mulai dari pengalaman klinis dengan mahasiswa bermasalah di Fort Hays, Kansas, di mana ia mengajar selama bertahun-tahun, Kelly independen mencapai posisi yang tumpang tindih sangat pandangan seperti  filosof Eropa eksistensial sartre. Di sarrtre (1956) Eksistensial konsepsi, 'exisience mendahului esensi': ada tidak ada sifat manusia---manusia dan dia hal lain, tetapi apa yang dia membuat dirinya.

Carl Rogers
Self Theori
Rogers dan kelly melakukan pengembangan dan menyimpulkan banyak kemiripan pada teori yang mereka kembangkan namun mereka mengembangkannya dalam penyajian yang agak berbeda.
Kelly = personality constructRogers = self theory
Self theory adalah macam - macam pandangan seseorang pada dunia subyektifnya yang didasarkan pada pengalaman yang telah dirasakan.Dalam teori ini obyektif bahkan dianggap sebagai hasil dari subjektifitas (persepsi, tujuan, pilihan). Menurut pandangan Roger “ perilaku sebagai upaya untuk mencapai tujuan untuk memuaskan kebutuhan, yang dirasakan sebagai pengalaman.SELF/diri/konsep diri: persepsi-persepsi  tentang sifat dari diri subyek dengan orang lain dan dengan berbagai aspek kehidupan beserta nilai-nilai yang melekat pada persepsi-persepsi tersebut. Konsep diri mempengaruhi perilaku: kuat / lemahnya persepsi seseorang terhadap dirinya sendiri akan mempengaruhi bagaimana ia mempersepsikan orang lain. Nilai-nilai adalah hasil dari pengalaman langsung dengan lingkungan / diperoleh dari orang lain.

STURKTUR KEPRIBADIAN
1.Organism
Organism adalah makhluk lengkap dengan fungsi fisik dan psikologisnya, tempat semua pengalaman dan segala sesuatu yang secara potensial terdapat dalam kesadar setiap saat.Subyjective reality Organisme menanggapi dunia seperti yang diamati atau dialaminya. Realita adalah medan persepsi yang sifatnya subjektif, bukan benar-salah.Holism ad/  organisme adalah satu kesatuan sistem, sehingga perubahan pada satu bagian akan mempengaruhi bagian yang lain. Setiap perubahan memiliki makna pribadi dan bertujuan, yakni tujuan aktualisasi diri, mempertahankan diri dan mengembangkan diri.
2. Phenomenal field (medan fenomenal): keseluruhan pengalaman, baik yang internal maupun eksternal, di sadari maupun  tidak di sadari antara lain:
- pengalama internal (persepsi mengenai diri sendiri) dan pengalama eksternal (persepsi mengenai dunia luar).
- Meliputi pengalama yang disimbulkan (di amati dan di susun dalam kaitanya dengan diri sendiri).
- Semua persepsi bersifat subyektif, benar bagi diri sendiri.
- Medan fenomenal seseorang tidak dapat di ketahui oleh orang lain kecuali melalui inferensi empatik, itupun pengetahuan yang di peroleh tidak bakal sempurnah
3.Self merupakan bagian medan fenomena yang terdiri dari pola-pola pengamatan dan penilaian sadar dari pada “I” atau “me”.
Self  mempunyai macam-macam sifat:
Self berkembang dari interaksi organisme dengan lingkunganya.
Self mungkin menginteraksi nilai-nilai orang lain dan mengamatinya dlm cara (bentuk) yang tidak wajar
Self mengejar (mengingingkan ) consistency (keutuhan / kesatuan, keselarasan)
Organisme bertingkah laku dlm  cara yg selaras (consistent) dengan Self.
Pengalaman-pengalaman yang tak selaras dengan struktur self diamati sebagai ancaman.
Self mungkin berubah sebagai hasil dari pengamatan (maturation) dan belajar.

DINAMIKA KEPRIBADIAN
A.Positive regard
Dalam self concept mencangkup gambaran siapa dirinya, siapa seharusnya dirinya, dan siapa kemungkinan dirinya. Kesadaran memiliki konsep diri kemudian mengembangkan positif regard: kebutuhan diri agar di terima baik, di cintai dan di akui di lingkungan. Positive regard dari ide akan memuaskan bayi, sebalinya tanpa positif ragard itu bayi menjadi frustasi dan menarik diri.

B. Self consistency dan conruence
(misalnya orang yang memandang dirinya cerdas mengalami event diri kelihatan bodoh). Akibat dari diskripsi dan inconruence itu ad:
1)Individu menyadari dan mengijingkan pengalaman itu masuk kekesadaran. Keadaan incongruence itu akan menimbulkan ketegangan dan kebingungan.
2)Individu yang tidak menyadari keadaan incongruence-nya , dia rentan mengalami anxiety akibat inkonruence itu.
3)Individu tidak mengijingkan pengalaman masuk ke sadaran. Individu juga mengalami kecemasan masuknya discrepancy kesadaran
4)Individu berusaha mempertahankan self-conceptnya dengan defense;(mengaburkan makna asli  suatu pengalaman ) atau dinilai mengingkari pengalaman yang pernah masuk kekesadaran) .
C. Self actualization
Freud memandang organisme sebagai enerji, dan mengembangkan teori bagaimana enerji psikis di timbulkan, ditransfer, dan di simpan. sedangkan Regers memandang organisme terus menerus bergerak. Tujuan tingkah laku bukan  untuk mereduksi tegangan enerji tetapi mencapai aktualisasi diri.
Secara alamiah kecenderungan aktualisasi diri itu aka menunjukkan diri melalui rentangan luas tingkah laku yakni:
1)Tingkah laku yang berakar pada proses fisiologik, termasuk kebutuhan dasar (air, makan,udara).
2)Tingkah laku yang berkaitan dengan motivasi psikologik menjadi diri sendiri, menghasilkan perubahan lingkungan, proses aktif menjadikan sesuatu bermain,mencipta, memulai.
3)Tingkah laku yang alih-alih merendakan tegangan justru meningkatkan tegangan  yakni tigkah laku yg motivasinya untk berkembang menjadi lebih baik.

PERKEMBANGAN KEPRIBADIAN
Full functioning person
Pribadi yang berfungsi utuh menurut Rogers adalah individu yang memakai kapasitas dan bakatnya, merealisasi potensinya, dan bergerak menuju pemahaman yang lengkap mengenai dirinya sendiri dan seluruh rentang pengalamannya.
Rogers menggambarkan 5 ciri kepribadian yang berfungsi sepenuhnya sebagai berikut :
terbuka untuk mengalami dan mampu mendengar dirinya sendiri (openess to experience).
hidup menjadi berkembang (existential living).
Keyakinan organismik, mengerjakan apa yg dirasanya benar (organismic trusting).
Pengalaman kebebasan (experiental freedom).
kreativitas (creativity)
Orang yg sehat secara psikologis menurut Carl Rogers antara lain:
Kemampuan u/ menikmati hidup setiap saat
Keinginan u/ lebih mengikuti nalurinya dari pada orang lain.
Kreatif dan bebas u/ berfikir dan bertindak.
Rogers lebih melihat pada masa sekarang, dia berpendapat bahwa masa lampau memang akan mempengaruhi cara bagaimana seseorang memandang masa sekarang yang akan mempengaruhi juga kepribadiannya. Namun ia tetap berfokus pada apa yang terjadi sekarang bukan apa yang terjadi pada waktu itu.

Client Centered Therapy
Terpusat pada client. Terapi bertujuan untuk membawa diri & organisme berinteraksi secara harmoni. Sikap hangat & penerimaan dgn tanpa syarat dari konselor sehingga client bebas menjadi dirinya sendiri, terbuka dan menerima pengalaman yg sebelumnya ditolak karena tidak sesuai dengan konsep dirinya.
Terapi ini mencaritau tentang interaksi harnonik dari diri sendiri dan makhluk hidup. Terapi ini untuk mengobati sifat yang tidak konsisten dari struktur diri. Pasien secara bertahap kembali menyusun konsep diri untuk mencapai pengalaman yang sebenernya.
Pada terapi ini rogers menolak teori freud tentang penghargaan alam, psikodinamik dan perkembangan psikoseksual. Rogers lebih mengutamakan hubungan yang baik kepada klien dan berkonsentrasi terhadap kehidupan klien dengan self developmen. Ia mengajak pasien kembali ke masa lalu mengenang pengalaman. Terapi roger fokus kepada pengalaman dan penyebab sejarah sebagai pembentuk traits (sifat).

BAB III
Kesimpulan
Teori fenomenologis fokus pada pengalaman    yang dirasakan langsung & konsep individu  pada usaha individu dalam mencapai pertumbuhan & aktualisasi diri.  Allport menjelaskan bahwa fungsi otonomi adalah motivasi individu yang bersifat independen (tidak terikat dengan masa lalu). Ada 2 level fungsi otonomi, yaitu perseverative fungctional autonomy (perilaku bukan karena alasan awal, tapi perilaku terasebut sudah menjadi kegiatan rutin/habitat) dan propriate fungction autonomy (perilaku dihubungkan pada nilai-nilai, self-image,dan gaya hidup).  Allport fokus kepada pengalaman persepsi seseorang dimasa kini  dan fokus terhadap pandangan holistik individu sebagai sebuah hubungan. Teori lewin masih dipengaruhi oleh teori lapangan dari freudian. Apa yang dipersepsikan tergantung kepada hubungan antara persepsi dilapangan dan karakteristik individu.Teori konstruk personal George A. Kelly lebih berusaha untuk menjelaskan pribadi orang itu sendiri daripada hipotesis dari para psikolog. Menurut pandangan Roger “ perilaku sebagai upaya untuk mencapai tujuan untuk memuaskan kebutuhan, yang dirasakan sebagai pengalaman.Rogers dan kelly melakukan pengembangan dan menyimpulkan banyak kemiripan pada teori yang mereka kembangkan namun mereka mengembangkannya dalam penyajian yang agak berbeda.

Daftar pustaka
·Mischel/Shoda/Smith. Introduction to personality eds. 7. John Wiley, 2003; New York
·Pengantar Psikologi Klinis. Edisi revisi. Prof. Dr. SUTARDJO A. WIRAMIHARDJA, Psi.
·Feist,Jess & Gregory J.Feist.2010.Teori kepribadian eds.7.Jakarta: Salemba Humanika.

Minggu, 06 Juli 2014

KESENJANGAN SOSIAL DI DALAM MASYARAKAT

ABSTRAK
Tingginya jumlah penduduk di Indonesia dan beraneka ragam suku budaya membuat adanya jarak antar masyarakat atau yang biasa kita sebut dengan kesenjangan sosial. Hal ini disebabkan karena perilaku tidak adil terhadap seseorang di dalam bermasyarakat. Masalah kesenjangan sosial ini bisa terjadi karena beberapa faktor yaitu bisa karena kedudukan, pendidikan, pendapatan dan faktor-faktor lain yang menyebabkan terjadinya kesenjangan sosial. Hal ini harus menjadi perhatian bagi pemerintah, karena kalau dibiarkan akan berdampak pada kehancuran negara ini sendiri.

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Indonesia memiliki jumlah penduduk yang tidak sedikit jumlahnya. Hal ini dikarenakan Indonesia terdiri atas pulau-pulau dan beragam suku dan budayanya. Jumlah penduduk yang banyak ini tentunya menimbulkan banyak masalah, antara lain kemiskinan, masalah pendidikan, dan lain-lain.
Hal-hal simpel yang seperti itulah, yang memicu timbulnya kesenjangan sosial di dalam kehidupan masyarakat. Biasanya orang-orang yang berada di kalangan atas lah yang membuat jarak dengan sesama. Kesenjangan sosial di Indonesia sangatlah terlihat, apalagi antara rakyat dengan pejabatnya. Kesenjangan sosial memuncak saat pemerintahan Presiden Soeharto karena TNI yang menguasai pemerintahan. Keadaan rakyat kecil semakin tertindas dan tidak ada keadilan dalam hal ini. Padahal dalam pembukaan dan isi Undang-undang Dasar 1945 telah dikatakan bahwa kita harus berlaku adil terhadap seluruh rakyat Indonesia. Kesenjangan ini dipicu oleh adanya kemiskinan yang merajalela dan kurangnya lapangan kerja. Maka dari itu, pemerintah tidak boleh menyepelekan masalah yang kompleks seperti ini. Kinerja pemerintah yang cepat dan tepat sangat diperlukan. Dan dengan bantuan rakyat bersama-sama memberantas kemiskinan untuk mencapai kesejahteraan sosial.

1.2  Identifikasi Masalah 
Berdasarkan latar belakang diatas, penulis mengidentifikasi masalah-masalah sebagai berikut:
1. Apa yang memicu perilaku manusia seperti itu sehingga timbul kesenjangan sosial?
2. Bagaimana mengatasi kesenjangan sosial di dalam masyarakat?

1.3 Perumusan Masalah
Masalah yang akan dibahas pada karya tulis ini adalah:
"Faktor apa saja yang dapat menimbulkan kesenjangan sosial dan bagaimana menanggulanginya?"

BAB II
PEMBAHASAN
Kesenjangan sosial adalah sebuah fenomena yang terjadi pada masyarakat Indonesia dan masyarakat di dunia yang disebabkan oleh perbedaan dalam hal kualitas hidup yang sangat mencolok. Fenomena ini dapat terjadi pada negara manapun. Dalam hal kesenjangan sosial sangatlah mencolok dari berbagai aspek misalnya dalam aspek keadilanpun bisa terjadi. Antara orang kaya dan miskin sangatlah dibedaan dalam aspek apapun, orang desa yang merantau dikotapun ikut terkena dampak dari hal ini,memang benar kalau dikatakan bahwa “ Yang kaya makin kaya,yang miskin makin miskin”. Adanya ketidak pedulian terhadap sesama ini dikarenakan adanya kesenjangna yang terlalu mencolok antara yang “kaya” dan yang “miskin”. Banyak orang kaya yang memandang rendah kepada golongan bawah,apalagi jika ia miskin dan juga kotor,jangankan menolong,sekedar melihatpun mereka enggan.

Disaat banyak orang-orang miskin kedinginan karena pakaian yang tidak layak mereka pakai,namun banyak orang kaya yang berlebihan membeli pakaian bahkan tak jarang yang memesan baju dari para designer seharga 250.000 juta,dengan harga sebnyak itu seharusnya sudah dapat memberi makan orang-orang miskin yang kelaparan.

Pemerintah harusnya lebih memperhatikan masalah yang seperti ini,pembukaan UUD 45 bahkan telah memberi amanat kepada pemerintah untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan bangsa,harusnya orang-orang yang berada di pemerintahan lebih serius untuk memikirkan kepentingan bangsa yang memang sudah menjadi tanggung jawab mereka,tapi dari kasus-kasus yang sekarang ini tentang para anggota pemerintahan yang melakukan korupsi dapat menunjukan bahwa tidak sedkit dari mereka masih memikirkan kepentingannya masing-masing,uang dan biaya yang seharusnya untuk kemakmuran masyarakat dimakan oleh mereka sendiri.Kalaupun pada akhirnya mereka mendapatkan hukuman itu bukanlah “hukuman” yang sebenarnya,banyak dari mereka masih tetap hidup mewah walaupun mereka dalam kurungan penjara yang seharusnya memebuat mereka jera.

Kemiskian memang bukan hanya menjadi masalah di Negara Indonesia, bahkan Negara majupun masih sibuk mengentaskan masalah yang satu ini. Kemiskinan memang selayaknya tidak diperdebatkan tetapi diselesaikan. Akan tetapi kami yakin : “du chocs des opinion jaillit la verite”. “ Dengan benturan sebuah opini maka akan munculah suatu kebenaran “. Dengan kebenaran maka keadilan ditegakkan, dan apabila keadilan ditegakkan kesejateraan bukan lagi menjadi sebuah impian akan tetapi akan menjadi sebuah kenyataan.

Kesenjangan sosial dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:
1. Kemiskinan
Kemiskinan adalah penyebab utama terjadinya kesenjangan sosial di masyarakat. Banyak orang menganggap bahwa kemiskinan adalah suatu suratan takdir atau mereka mereka miskin karena malas, tidak kreatif, dan tidak punya etos kerja. Inti kemiskinan terletak pada kondisi yang disebut perangkap kemiskinan. Perangkap itu terdiri dari :
a) Kemiskinan itu sendiri
b) Kelemahan fisik
c) Keterasingan atau kadar isolasi
d) Kerentaan
e) Ketidakberdayaan

2. Kurangnya lapangan kerja
Lapangan pekerjaan memiliki pengaruh yang sangat besar dalam perekonomian masyarakat, sedangkan perekonomian menjadi faktor terjadinya kesenjangan sosial. Sempitnya lapangan pekerjaan di Indonesia menjadikan pengangguran yang sangat besar di Indonesia dan menyebabkan perekonomian masyarakat bawah semakin rapuh. Salah satu karakteristik tenaga kerja di Indonesia adalah laju pertumbuhan tenaga kerja lebih tinggi ketimbang laju pertumbuhan lapangan kerja. Berbeda dengan negara-negara di Eropa dan Amerika, dimana lapangan pekerjaan masih berlebih. Faktor-faktor penyebab pengangguran di Indonesia:
a. Kurangnya sumber daya manusia pencipta lapangan kerja
b. Kelebihan penduduk/pencari kerja
c. Kurangnya jalinan komunikasi antara si pencari kerja dengan pengusaha
d. Kurangnya pendidikan untuk pewirausaha

Kesenjangan sosial semakin hari semakin memprihatinkan, khususnya di lingkungan perkotaan. Memang benar jika dikatakan bahwa yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Hal ini jelas-jelas mencederai rasa keadilan serta bertolak belakang dengan kebersamaan dan kesetaraan sosial. Akibat dari semakin meningkatnya kesenjangan sosial adalah:

A. Melemahnya wirausaha
Kesenjangan sosial menjadi penghancur minat ingin memulai usaha, penghancur keinginan untuk terus mempertahankan usaha, bahkan penghancur semangat untuk mengembangkan usaha untuk lebih maju. Hali ini dikarenakan seorang wirausaha selalu di anggap remeh.
          
B. Terjadi kriminalitas
Banyak rakyat miskin yang terpaksa menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang, seperti mencopet, mencuri, judi, dll.
Upaya-upaya yang harus dilakukan pemerintah untuk pemecahan masalah kesenjangan sosial yang terjadi di Indonesia:
a. Menomorsatukan pendidikan
b. Menciptakan lapangan kerja dan meminimalis Kemiskinan
c. Meminimalis KKN dan memberantas korupsi.
d. Meningkatkan system keadilan di Indonesia serta melakukan pengawasan yang ketat terhadap mafia hukum.

BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan
Kesenjangan sosial terjadi akibat banyaknya rakyat miskin dan pengangguran di Indonesia. Banyaknya kemiskinan inilah yang menjadi tombak bagaimana kesenjangan sosial bisa terjadi. Pemberantasan kemiskinan, memaksimalkan pendidikan, dan membuka lapangan kerja adalah beberapa solusi memberantas kesenjangan sosial di Indonesia. Selain itu, kita juga harus meminimalisasikan KKN dan memberantas korupsi dalam upaya meningkatan kesejahteraan rakyat.

3.2 Saran
Dengan banyaknya permasalah yang terjadi akibat kesenjangan sosial seperti kriminalitas, maka pemerintah benar-benar diharapkan ikut andil dalam masalah ini. Pemerintah harus menegakkan hukum yang berlaku dan memberantas Kesenjangan Sosial agar tercipta Negara yang satu yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Selasa, 27 Mei 2014

Makalah Psikologi Umum

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sesuai dari katanya bahwa psikologi terdiri dari dua kata yang mempunyai arti. Psikologi ini merupakan sebuah ilmu yang mempelajari tentang jiwa. Dimana ilmu ini sangat penting untuk kita pelajari sebagai mahasiswa dan mahasiswi Pendidikan Agama Islam yang akan di aplikasikan nanti kalau sudah masuk dunia mengajar dan terjun di masyarakat.
Perhatian pada psikologi yang terutama tertuju pada masalah bagaimana tiap-tiap individu dipengaruhi dan dibimbing oleh maksud-maksud pribadi yang mereka hubungkan kepada pengalaman-pengalaman mereka sendiri. Maka bagaimana perhatian tentang perhatian psikologi umum.
Pengamatan biasanya dilakukan oleh orang-orang yang cerdas. terjadi terhadap suatu proses dengan maksud merasakan dan memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan pengetahuan.
Penanggapan itu umumnya pengahajatan kembali bekas-bekas yang diterima dahulu dari pengamatan, yang sekarang digambarkan kembali dalam kesadaran.
Dalam makalah ini akan dibahas satu persatu tentang perhatian terhadap psikologi umum beserta pengamatan dan tanggapannya.

B. Rumusan Masalah
Sesuai dengan latar belakanag yang telah dipaparkan diatas, maka dapat di rumuskan masalah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan Psikologi ?
2. Apa yang dimaksud dengan Perhatian Psikologi Umum ?
3. Apa yang dimaksud dengan Pengamatan Psikologi Umum ?
4. Bagaimana Tanggapan mengenai Psikologi Umum ?

C. Tujuan Pembahasan
Sesuai dengan rumusan masalah yang telah dipaparkan diatas, maka adapun tujuan dari pembuatan makalah tentang bab Perhatian, Pengamatan dan Tanggapan Psikologi Umum ini, yaitu:
1. Mahasiswa dan mahasiswi mampu memahami arti dari Psikologi itu sendiri.
2. Mahasiswa dan mahasiswi mampu memahami tentang perhatian dari psikologi umum ini.
3. Mahasiswa dan mahasiswi mampu mengamati psikologi umum ini.
4. Mahasiswa dan mahasiswi mampu memberikan tanggapan tentang psikologi umum ini.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Psikologi
Psikologi adalah ilmu yang sudah mulai berkembang sejak abad 17 dan 18 serta nampak pesat kemajuannya pada abad 20. Pada awalya ilmu ini adalah bagian daripada filsafat sebagaimana pula ilmu-ilmu yang lain seperti misalnya ilmu hukum tatanegara maupun ilmu ekonomi, namun kemudian memisahkan diri dan berdiri sebagai ilmu tersendiri.
Semuanya itu bersumber dari tuhan yang maha esa sebagai pencipta segala sesuatu,dan hasil ciptaan itulah yang menjadi obyek atau sasaran dari berbagai cabang ilmu pengetahuan. Karenanya sebagai sumber ilmu pengetahuan adalah tuhan yang Maha Esa. Yang lahir pertama kali adalah filsafat, yang membahas hakekat segala sesuatu. Dari padanya lahirlah berbagai cabang ilmu pengetahuan, oleh karna itu dalam semua ilmu-ilmu yang telah memisahkan diri dari filsafat itu akan dijumpai tokoh-tokoh filsafat kuno seperti, socrates, plato dan aristoteles yang ikut mengembangkan fikiran dan penemuannya dalam ilmu-ilmu tersebut sehinga tokoh-tokoh nanti akan dijumpai juga dalam mempelajari psikologi serta cabang-cabang psikologi.
“Psikologi“ berasal dari perkataan Yunani ”Psyche” yang artinya jiwa, dan ”Logos” yang artinya ilmu pengetahuan. Secara etimologi psikologi artinya ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya maupun latarbelakangnya.
Menurut Rosleny Marliany psikologi dapat diartikan ilmu jiwa. Makna ilmu jiwa bukan mempelajari jiwa dalam pengertian jiwa sebagai soul atau roh, tetapi lebih mempelajari kepada gejala-gejala yang tampak dari manusia yang ditafsirkan sebagai latar belakang kejiwaan seseorang atau spirit dari manusia sebagai mahluk yang berjiwa.
Psikologi juga dapat diartikan sebagai ilmu yang mempelajari sifat-sifat kejiwaan manusia dengan cara mengkaji sisi perilaku dan kepribadiannya, dengan pandangan bahwa setiap perilaku manusia berkaitan dengan latar belakang kejiwaannya.
Sesungguhnya tiap-tiap orang perlu sekali mengetahui dasar Ilmu jiwa umum, dalam pergaulan hidup sehari-hari, Ilmu jiwa perlu sebagai dasar pengetahuan untuk dapat memahami jiwa orag lain. Kita dapat mengingat kembali sesuatu yang pernah kita amati. Gambaran ingatan dari sesuatu pengamatan disebut tanggapan, pemakalah disini akan mengupas habis tentang masalah tanggapan dan hal-hal yang ada disekitarnya.

B.  Perhatian
Perhatian diambil dan dimliki oleh pikiran, perhatian tersebut dicerna dalam bentuk yang jelas dan tajam, pencernaan perhatiaan tersebut salah satunya dapat dimungkinkan secara bersamaan atau banyak objek, bisa disebut juga kereta pemikiran karena bisa diakukan berulang-ulang. Banyak objek yang dimaksud yaitu banyak yang diperhatikan. Karena kita banyak perhatian ke banyak objek maka kita akan setres.
Perhatian adalah perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang yang lain. Perhatian timbul tidak atas dasar logis rasional, melainkan berdasarkan penilaian perasaan seperti juga pada proses pengamatan. Bahakan orang dapat tiba, tiba merasa tertarik kepada orang lain dengan sendirinya karena keseluruhan cara-cara bertingkah laku menarik baginya.

Perhatian dapat dirumuskan sebagai perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang yang lain. Proses perhatian kadang-kadang tidak berjalan atas dasar logis rasional, melainkan berdasakan penilaian perasaan. Salah satu contohnya orang tiba-tiba tertarik dengan orang lain, seakan-akan dengan sendirinya. Tertariknya ini tidak pada salah satu cirri tertentu dengan orang itu, tapi keseluruhan cirri pola tingkah lakunya.
Proses perhatian dapat pula berjalan secara perlahan-lahan secara sadar dan cukup nyata dalam hubungan dua atau lebih orang. Misalnya hubungan cinta kasih antara manusia, biasanya didahului dengan perhatian. Dengan demikian perhatian hanya akan berlangsung dan berkembang dalam relasi kerja sama antara dua orang atau lebih, bila terdapat saling pengertian.
Tokoh-tokoh teori individualism, Adam Smith (1759) dan Herbert Spencer (1870) menerangkan Prinsip-prinsip perhatian untuk menerangkan tindakan-tindakan yang semata-mata mengejar keuntungan sendiri atas dasar pikiran, tetapi juga dikemudikan oleh perhatian terhadap orang lain, yang tanpa itu sebenarnya kehidupan sosial itu tidak mungkin ada.
Adam Smith membedakan dua bentuk dasar daripada perhatian :
1. Yang menimbulkan respons yang cepat hamper seperti reflex. Misalnya :
   - Kalau kita melihat orang dipukul tongkat dengan keras kita merasa ngeri.
   - Bila kita melihat pemain akrobat yang sedang berjalan di atas tali yang tinggi,kita merasa tegang.
   - Jika melihat demontrasi terjun paying yang tidak mengembang, kita memejamkan mata.
2. Yang sifatnya lebih intelektual kita dapat perhatian terhadap seseorang, meskipun kita tidak merasakan sebagai yang ia rasakan. Kita akan mengucapkan syukur dan menyatakan perhatian bila seseorang berhasil dalam usahanya, walaupun kita sendiri tidak berhasil atau susah.

Menurut Herbert Spencer (1870) bahwa perhatian terdiri dari dua bentuk, yaitu :
1. Prespectively presentative yang cepat seperti reflex.
2. Representative (yang sadar refleksif).
Theodore Ribot (1897) pengarang buku yang berjudul Psychology of the Emotion, ia menekankan pada peranan perhatian yang dikatakan sebagai a foundation of all social existence. Ribot membagi perhatian menjadi 3, yaitu :
1. Type primitive atau otomatis, yang dapat diterangkan  dengan respon bersyarat.
2. Refleksif, yang mana seseorang sadar dalam dirinya terhadap keadaan jiwanya. Ia tahu, bahwa ia merasa apa yang dirasakan orang lain, biarpun ia sendiri tidak mengalaminya.
3. Type yang intelektual, yaitu rasa setia, rasa toleran, dan philantropi: bentuk ini tidak diarahkan pada orang tertentu, tetapi mempunyai corak-corak yang lebih umum dan abstrak.
Menurut Max Scheler perhatian itu dibagi dalam delapan bentuk, yaitu:
1. Einfuhlung, yaitu proses yang primitif, proses refleks sepertiyang dikatakan oleh smith, Spencer, Ribot, dan lain-lain. Jika diterjemahkan dalam bahasa inggris mungkin dengan kata: empathy yang menunjukan motor tiruan, yang tidak didasarkan padadasar pikiran.
2. Meiteinander fuhlung. Yang menekankan pada pengertian “perasaan spontan” yaitu kalau dua orang atau lebih bereaksi dengan cara yang sama pada rangsangannya yang sama (misalnya reaksiyangdiberikan penonton bioskop).
3. Gefuhls anstechung. Menunjukan tertekannya perasaan melalui induksi dan tidak sosial seperti mobs.
4. Einsfuhlung.Yaitu kalau terjadi pengamatn perasaan misalkan anak bermain boneka mengamati ibunya.
5. Nachfuhlung. Ini lebih disadari dan dibedakan seperti pernyataan: “saya tahu apa yang engkau rasakan”. Dalam hal semacam ini kita dapat membedakan dengan jelas perasaan kita sendiri dengan perasaan orang lain.
6. Mitgefuhl. Yaitu bila orang dapat dengan tepat menimbang perasaan orang lain dan biasanya menilainya secara positif.
7. Menshenliebe. Yaitu kalau orang tidak hanya mengetahui keadaan jiwa orang lain, tetapi menaruh hormat kepadanya.
8. Akomische Person und Gottes liebe. Yaitu perhatian yang mistis yang menjadi dasar religi dan pandangan hidup kesatuan jiwa dengan Tuhan.
Jadi menurut Prof. F. Patty dkk menyimpulkan bahwa perhatian harus bertumpu / Fokus pada satu objek agar perhatian tersebut dapat menghasilkan out put atau informasi yang jelas. Dengan demikian kecepatan dan kemudahan menemukan informasi akan dapat diperoleh.

C. Pengamatan
Pengamatan dalam psikologi berarti dorongan untuk menjadi sama dengan orang lain, baik secara lahiriah maupun secara batiniah. Misalnya pengamatan seorang anak laki-laki untuk menjadi sama seperti ayahnya atau seorang anak perempuan untuk menjadi sama dengan ibunya. Proses pengamatan ini mula-mula berlangsung secara tidak sadar (secara dengan sendirinya) kemudian irrasional, yaitu berdasarkan perasaan-perasaan atau kecenderungan-kecenderungan dirinya yang tidak diperhitungkan secara rasional, dan yang ketiga pengamatan berguna untuk melengkapi system norma-norma, cita-cita dan pedoman-pedoman tingkah laku orang yang mengidentifikasi itu.

Menurut Agus Sujanto dalam bukunya yang berjudul Psikologi Umum mengatakan bahwa pengamatan dalam psikologi adalah proses mengenal dunia luar dengan menggunakan indera. Mengamati sesuatu dengan menggunakan alat-alat indra kita. Yaitu :
1. Indra penglihatan.
2. Indra pendengar.
3. Indra pembau.
4. Indra perasa atau pengecapan.
5. Indra peraba.
6. Indra keseimbangan.
7. Indra perasa urat daging (kinestesi).
8. Indra perasa jasmaniah (organis).

Menurut pengamatan itu melalui tiga saat :
1.   Saat alami (saat physis) : saat indra kita menerima perangsang dari alam luar.
2.   Saat jasmani (saat physiologis) : saat perangsang itu diteruskan oleh urat syaraf sensorik ke otak.
3.   Saat rohani (saat psychis) : saat sampainya perangsang itu ke otak, kita menyadari perangsang itu dan bertindak.

Adapun syarat-syarat terjadinya pengamatan adalah :
1.   Ada perhatian kita kepada perangsang itu.
2.   Ada perangsang yang mengenai alat indera kita.
3.   Urat syaraf sensoris harus dapat meneruskan perangsang itu ke otak.
4.   Kita dapat menyadari perangsang itu.

D. Tanggapan
Secara tepat tanggapan belum bisa didefenisikan. Hanya dapat didefinisikan secara garis besar dan bersifat umum. Jadi tanggapan adalah gambaran pengamatan yang tinggal di kesadaran kita sesudah mengamati.
Penanggapan itu umumnya ialah pengalaman kembali atau pengahajatan kembali bekas-bekas yang diterima dahulu dari pengamatan, yang sekarang digambarkan kembali dalam kesadaran. Jadi tanggapan ialah bekas atau gambaran dari sesuatu pengamatan, yang tinggal dalam lubuk jiwa kita sehingga boleh disebut gambaran ingatan.
Tanggapan erat hubungannya dengan berfungsinya ingatan, ketetapan dan kejelasan. Tanggapan tergantung pada derajat kompleksitas situmulus yang asli dan pada ketelitian pengamatan indra, serta pada faktor ingatan yaitu :
1. Tanggapan Reproduksi
Suatu tanggapan dianggap sebagai reproduktif, bila tanggapan itu menunjukkan pengingatan kembali suatu benda, kejadian, atau situasi, yang memberikan suatu pengalaman sensoris atau pengamatan masa lalu. Setiap hal dari pengindraan dapat terlibat. Suatu tanggapan ingatan mungkin berupa pendengaran, penglihatan, suhu. Rasa sakit, penciuman, atau kinestesis.
Suatu tanggapan yang diiangat tentang pngalaman-pengalaman lalu cenderung berbeda-beda dalam kejelasannya sesuai dengan kesederhanaa nya atau kekompleksannya, dan juga sesuai dengan jumlah pengalaman mengenai situasi pengindraan yang asli. Misalnya, tanggapan uang logam lima sen akan jauh lebih jelas untuk sebagian besar orang-orang dari pada ruang tamu seorang teman.
2. Tanggapan Imaginer
Tanggapan bukanlah selalu hanya reproduksi pengalaman-pengalaman lalu. Banyak gambaran-gambaran mental (Tanggapan) adalah hasil dari suatu syntese pengalaman-penglaman masa lalu, hal ini disebut tanggapan imaginer yang berdasar kepada penglaman-penglaman lalu, tetapi yang mengambil suatu bentuk baru dan dapat dianggap sebagai “Penemuan, pembacaan hasil-hasil fiktif (khayalan dan arsitik) adalah contoh-contoh dari jenis tanggapan ini. Mimpi malam dan siang hari meliputi tanggapan reprodukti dan sintetis.
3. Tanggapan Halusinasi
Unsur-unsur emosi mimpi menjadi faktor-faktor yang kuat dalam perkembangan halusinasi. Tanggapan halusinasi meliputi pembentukan gambaran-gambaran yang tak berhubungan dengan kenyataan tetapi yang di proyeksi kepada dunia yang nyata. Dalam bentuk-bentuk tartuntu gangguan emisional yang keras, misalnya, pasien dapat melapurkan melihat malaikat atau mendengar suara-suaranya.
4. Tanggapan Editis
Ada sementara orang yang sudah mengamati sesuatu mendapatkan tanggapan yang sangat jelas dan ingat betul sampai mendetail. Tanggapannya sangat terang seterang pengamatan. Tanggapan semacam ini disebut Tanggapan Editis.
Menurut prosesnya, tanggapan berlainan dengan pengamatan. Ada perbedaan antara pengamatan dan tanggapan, diantaranya yaitu :
1.   Pengamatan masih memerlukan perangsang, sedang tanggapan tidak lagi.
2.   Pengamatan memerlukan tempat dan waktu tertentu, sedangkan tanggapan tidak lagi.
3.   Pengamatan lebih jelas daripada tanggapan.
Adapun persamaan di antara tanggapan dan pengamatan. Persamaannya yaitu keduanya berlangsung selama masih ada perhatian dan bersifat perseorangan.
Dengan indra kita dapat mengamati segala sesuatu. Sehingga di dalam kesadaran kita tinggalah tanggapan. Karena itu kita dapat mengingat kembali apa yang kita indra. Tiap-tiap orang mempunyai tanggapan sendiri-sendiri, biasanya digolongkan menjadi beberapa tipe, diantaranya yaitu :
1.  Tipe visual. Artinya orang itu mempunyai ingatan yang baik sekali bagi apa yang telah dilihatnya.
2.  Tipe auditif. Artinya orang itu dapat mengingat dengan baik sekali bagi apa yang telah didengarnya.
3. Tipe motorik. Artinya orang itu mempunyai ingatan yang baik sekali bagi apa yang telah dirasakan geraknya.
4.   Tipe taktil. Artinya orang itu mempunyai ingatan yang baik buat segala yang telah dirabanya.
5.   Tipe campuran. Artinya kekuatan tiap-tiap indera sama saja, dan mempunyai ingatan yang sama kuatnya buat segala yang telah pernah di inderanya.
Dengan tanggapan  kita dapat mengasosiasi dan mereproduksi. Dalam artian mengasosiasi adalah sangkut paut antara tanggapan-tanggapan dan saling mereproduksi. Sedangkan mereproduksi adalah daya jiwa kita yang dapat menimbulkan tanggapan-tanggapan kesadaran kita.

BAB IV
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Sesuai dengan pemaparn yang telah dijelaskan di atas. Maka dapat kami simpulkan sebagai berikut :
1.   Psikologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai macam-macam gejalanya, prosesnya maupun latar belakangnya.
2.   Perhatian merupakan perasaan tertariknya orang yang satu terhadap orang yang lain. Perhatian timbul tidak atas dasar logis rasional, melainkan berdasarkan penilaian perasaan seperti juga pada proses pengamatan.
3.   Pengamatan dalam psikologi adalah proses mengenal dunia luar dengan menggunakan indera.
4.   Didefinisikan secara garis besar dan bersifat umum bahwa tanggapan adalah gambaran pengamatan yang tinggal di kesadaran kita sesudah mengamati.

B.     Rekomendasi
Dalam pembahasan Perhatian,Pengamatan dan Tanggapan Psikologi Umum ini tentu kita sebagai mahluk individual dan sosial tidak akan lepas sesuai dengan apa yang kita rasakan. Ternyata jiwa yang kita rasakan ini berawal dari perhatian terhadap jiwa, kemudian kita mengamati dan mampu memberikan tanggapan. Namun kita harus dapat mengolah jiwa ini dengan baik agar jiwa kita ini bisa menjadi baik.
Kami minta maaf kepada semua pihak apabila dalam penyusunan makalah ini masih ada kata atau apa saja yang menyinggung perasaan pembaca. Kami selaku penyusun akan menerima kritikan dan saran dari pembaca dengan lapang dada dengan tujuan agar makalah ini bisa lebih baik lagi. Amin.
Lampiran 1

DAFTAR PUSTAKA

Patty MA, Prof. F. Dkk. 1982. Pengantar Psikologi Umum. Usaha Nasional : Surabaya.
Marliany, Rosleny. 2010. Psikologi Umum. CV Pustaka Setia : Bandung.
Ahmadi, Abu. 2007. Psikologi Sosial. PT Rineka Cipta : Jakarta.
Sujanto, Agus. 2005. Psikologi Umum. Pustaka Bani Quraisy : Bandung.
Ardhana, Sudarsono. 1963. Pokok-Pokok Ilmu Jiwa Umum. Usaha Nasional : Surabaya.

Jumat, 23 Mei 2014

MAKALAH PENGARUH GAME ONLINE TERHADAP PERKEMBANGAN ANAK

Pendahuluan
Game adalah aktivitas yang dilakukan untuk fun atau menyenangkan yang memiliki aturan sehingga ada yang menang dan ada yang kalah. Selain itu, game membawa arti sebuah kontes, fisik atau mental, menurut aturan tertentu, untuk hiburan, rekreasi, atau untuk menang taruhan. Game online adalah sebuah game atau permainan yang dimainkan secara online via internet, bisa menggunakan PC (personal computer) atau konsul game biasa seperti PS2, X-Box, dan lain sebagainya. Jenis game seperti inilah yang sedang marak saat ini.
Perkembangan game online sendiri tidak lepas juga dari perkembangan teknologi komputer dan jaringan komputer. Populernya game online itu sendiri merupakan cerminan dari pesatnya jaringan komputer yang dahulunya berskala kecil (small local network) sampai menjadi internet dan terus berkembang sampai sekarang. Hal ini menjadikan semakin banyak orang yang kecanduan internet, termasuk kalangan anak-anak hingga remaja.
Menurut sebuah penelitian (Universitas Sumatera Utara, 2011), kecanduan game bisa membuat seorang anak seakan-akan tidak ada hal yang ingin dikerjakan selain bermain game. Seolah-olah, game ini adalah hidupnya. Hal semacam ini sangat riskan bagi perkembangan si anak yang perjalanan hidupnya masih panjang.
RUU (2012) mengemukakan bahwa anak yang gemar bermain game online adalah anak yang sangat menyukai tantangan. Anak-anak ini cenderung tidak menyukai rangsangan yang daya tariknya lemah, monoton, dan tidak menantang. Hal ini setidaknya berakibat pada proses belajar akademis. Anak menjadi malas belajar atau sering membolos sekolah hanya untuk bermain game.

Seorang anak yang masih duduk di sekolah dasar kebanyakan sangat menyukai bermain. Mereka masih sangat menikmati masa anak-anaknya, belajar bersosialisasi, dan bermain untuk mengetahui hal-hal yang menurutnya baru. Pada masa ini seorang anak mudah terpengaruh oleh lingkungan mereka, termasuk terpengaruh dengan permainan-permainan yang dilakukan secara online atau lewat internet. Anak-anak ini banyak yang sampai lupa diri jika sudah bermain game online. Mereka sampai tidak menghiraukan lingkungan sekitarnya. Mereka seperti memiliki dunia sendiri saat bermain game online. Pusat fokus mereka terpacu pada tokoh yang mereka mainkan di game tersebut. Mereka seperti sudah kecanduan game online. Ini karena game online banyak yang memakai sistem jenis permainan petualangan yang menyebabkan permainan seperti tidak bisa terputus.
Selain itu di masa yang sudah serba canggih ini, anak-anak kecil sudah melupakan permainan tradisional yang lebih menyenangkan. Padahal, permainan tradisional justru lebih mendidik dan lebih mengajarkan nilai-nilai sikap terpuji. Tidak seperti game-game yang beredar sekarang yang lebih memperlihatkan kekerasan. Hal ini tidak baik untuk anak-anak karena akan mengajarkan nilai-nilai kekerasan.
Dalam makalah ini akan dibahas beberapa rumusan masalah. Rumusan masalah yang pertama adalah bagaimanakah pengaruh game online terhadap perkembangan anak? Kedua, apa sajakah dampak game online terhadap perkembangan anak? Yang terakhir, apa sajakah solusi yang dapat diberikan untuk mengatasi dampak game online terhadap perkembangan anak?
Tujuan penyusunan makalah ini ada tiga hal. Pertama, untuk mengetahui pengaruh game online terhadap perkembangan anak. Kedua, untuk mengetahui dampak yang ditimbulkan game online terhadap perkembangan anak. Ketiga, untuk mengetahui bangaimana solusi yang tepat untuk menangani masalah kecanduan game online.
Manfaat dari makalah ini selain dapat mengetahui dampak dari game online terhadap perkembangan anak juga dapat memberikan beberapa solusi untuk mengatasi masalah tersebut.
 
Pembahasan
a.Pengaruh Game Online terhadap Perkembangan Anak
Satu-satunya pengaruh yang diakibatkan dari game online adalah kecanduan terhadap game online itu sendiri. Karakteristik kecanduan cenderung progresif dan seperti siklus. Universitas Sumatera Utara (2012) menyebutkan indikator dari individu yang mengalami kecanduan terhadap game, yaitu sebagai berikut: Cemas, frustasi dan marah ketika tidak melakukan permainan.
· Perasaan bersalah ketika bermain.
· Terus melakukan meskipun sudah tidak menikmati lagi.
· Teman atau keluarga mulai berpendapat ada sesuatu yang tidak beres dengan individu karena game.
· Masalah dalam kehidupan sosial, misalnya dalam bersosialisasi dengan orang lain.
· Masalah dalam hal finansial, karena game online membutuhkan dana yang tidak sedikit.

Akhirnya, game pun mulai dianggap sesuatu yang addict. Para gamers mampu duduk berlama-lama demi game dan bertahan di sana tanpa menginginkan suatu gangguan yang mampu memecah konsentrasinya dalam bermain game online tersebut. Beberapa gamers yang addicted dengan game online ini menghabiskan waktu sia-sia demi game tersebut dan bersedia untuk tidak mandi, makan, apalagi untuk bekerja serta melaksanakan tugas yang merupakan kewajibannya. Oleh karena itu, sebagian orang tua pun mulai resah jika anaknya mulai mengetahui tentang game online. Walau mungkin masih ada dampak positif yang dapat diambil dari game online, seperti mengajarkan anak untuk bermain strategi.

b.Dampak Game Online terhadap Perkembangan Anak
Game online selalu diyakini memberikan pengaruh negatif kepada para pemainnya. Hal ini terutama karena sebagian besar game yang adiktif dan biasanya tentang kekerasan pertempuran dan berkelahi. Mayoritas orang tua dan media berpikir dan percaya bahwa permainan merusakkan otak anak-anak dan mempromosikan kekerasan di antara mereka. Namun, banyak psikolog, pakar anak, dan para ilmuwan percaya bahwa permainan ini sebenarnya bermanfaat bagi pertumbuhan anak-anak. Jadi, dapat disingkatkan bahwa terdapat dampak positif dan negatif bermain game online terhadap para gamers-nya.
Dampak positif game online adalah sebagai berikut.
· Pemecahan masalah dan logika.
· Perhatian dan motivasi yang lebih.
· Koordinasi tangan-tangan, motorik, dan kemampuan spasial.
· Mengajar anak-anak sumber daya dan manajemen keterampilan.
· Membuat analisa dan keputusan yang tepat.
· Berpikir secara mendalam.
· Kerja tim dan kerja sama ketika bermain dengan orang lain.
· Simulasi, dunia nyata keterampilan.

Dampak negatif game online adalah sebagai berikut.
· Menimbulkan efek ketagihan, yang berakibat melalaikan kehidupan nyata.
· Kehidupan real menjadi berantakan, seperti nilai pelajaran dan tugas kampus.
· Membuat orang menjadi bodoh.
· Membuat orang terisolisir dengan lingkungan sekitar.
· Mengganggu kesehatan.
· Jika terlalu sering akan menimbulkan pengaruh psikologis.
· Pemborosan jika game online telah menjadi candu.

c.Solusi yang Dapat Diberikan untuk Mengatasi Dampak Game Online terhadap Perkembangan Anak
Seorang anak yang sudah kecanduan cenderung lebih susah diatur dan bahkan tidak mau sekolah hanya karena ingin main game. Peran orangtua sangatlah penting agar anak tidak kecanduan lebih parah lagi. Kecanduan game pada anak memang agak sulit untuk dihilangkan. Karenanya perlu trik atau cara khusus agar kecanduan game pada anak bisa diatasi. Berikut beberapa cara untuk mengatasi anak yang kecanduan game online.

(1) Pengawasan terhadap Perilaku Anak
Jika sudah merasakan bahwa si anak mulai kecanduan game online, sebaiknya segera larang si anak untuk bermain game online. Agar lebih aman, orangtua perlu mengawasi kegiatan yang dilakukan anak setiap hari.
 
(2)Menyimpan Semua Alat yang Digunakan untuk Bermain Game Online
Orangtua harus tegas kepada anak agar si anak tidak kecanduan main game. Segera sita peralatan yang sering digunakan anak untuk main game dan biarkan anak bersosialisasi dengan teman-temannya di luar. Ini sangat baik untuk perkembangan mentalnya.
 
(3)Memberi Jadwal Bermain untuk Anak
Jika orangtua tidak tega menyita semua mainannya, orangtua bisa memberikannya peraturan. Cobalah untuk membuat jadwal kapan waktunya belajar dan bermain game online. Tentunya ini akan mendidik anak untuk disiplin dan dijamin tidak akan kecanduan game online lagi. Tapi, pengawasan orangtua tetap sangat berpengaruh pada tingkat kesuksesan cara ini. Jadi terus awasi si anak.
 
(4)Menyempatkan Bermain Bersama Anak
Orangtua harus mencoba menghabiskan sebagian waktu untuk bermain dan bercanda bersama anak. Berusaha menjadi orangtua dan teman yang baik untuk si anak. Dengan begitu si anak perlahan akan melupakan game online-nya dan lebih memilih bermain bersama orangtua.
 
(5)Jangan Beri Uang Jajan Lebih pada Anak
Sekarang banyak sekali warnet yang menyediakan aplikasi untuk bermain game online. Karenanya bisa saja si anak memilih bermain di warnet setelah orangtua melarangnya bermain game online di rumah. Agar hal ini tidak terjadi, lebih baik jangan beri si anak uang jajan lebih agar dia tidak bisa pergi ke warnet.

3.Penutup
a.Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan bahwa pengaruh game online terhadap perilaku anak, dimana pada prosesnya seorang anak dipengaruhi oleh faktor internal anak yang beranjak dari ketertarikan, penasaran, dan hobi serta faktor eksternal diri anak seperti teman sebaya, media, internet, majalah, dan buku game online.
Perilaku mengacu pada aktivitas anak yang memainkan game online. Dalam perilaku anak memainkan game online yang lebih dominan adalah mengakibatkan kecanduan dalam memainkan game online.

b.Saran
Game online bisa dibilang berbahaya bagi kelangsungan generasi muda saat ini yang menjadi sebuah harapan baru bagi bangsa untuk dapat membangun bangsa yang besar dan memiliki citra di dunia. Untuk itu penulis memiliki kritik dan saran sebagai berikut.
1.Untuk orangtua agar lebih mengontrol aktivitas anaknya di luar rumah, karena pengaruh dari luar sangat kuat sehingga anak bisa bertindak di luar batas. Perhatian yang cukup tidak hanya dari segi materi tetapi juga dari non materi. Jangan selalu mengikuti semua kehendak anak tanpa mengetahui maksud dan tujuan yang jelas.

2.Untuk pemerintah seharusnya melarang warnet atau game center untuk tidak membuka 24 jam penuh, serta aparat pemerintah mengadakan razia kepada warnet atau game center terhadap anak yang berada pada jadwal sekolah.

Rabu, 14 Mei 2014

Makalah Pengaruh Narkoba Terhadap Para Pelajar

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI


BAB I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang Masalah
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan Penulisan

BAB II Bahaya Narkoba Bagi Pelajar
2.1 Uraian Umum Tentang Narkoba
2.2 Jenis-Jenis Narkoba                      
    2.2.1 Opium
    2.2.2 Morphine
    2.2.3 Heroin
    2.2.4 Codeine
    2.2.5 Kokain
    2.2.6 Amfitamine
    2.2.7 Ganja
2.3 Beberapa Penelitian Tentang Narkoba
2.4 Dampak Negatif Memakai Narkoba
2.5 Upaya Pencegahan Narkoba

BAB III Penutup
3.1  Kesimpulan
3.2  Kritik dan Saran

DAFTAR PUSTAKA
 
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Bahaya narkoba atau narkotika telah di ketahui semua orang saat ini. Namun masih  saja banyak yang masih menikmati barang haram itu. Kali ini saya menguraikan apa saja  yang termasuk dalam golongan narkoba dan bahayanya, agar kita semua menghindarinya.
Teman-teman, tak dapat dipungkiri bahwa narkoba merupakan wabah paling berbahaya yang menjangkiti manusia di seluruh pelosok bumi. Tidak diragukan lagi, bahwa kelemahan iman dan jauhnya diri kepada Allah  merupakan faktor terpenting yang membawa kita masuk ke dalam lingkungan narkoba, manusia yang taat beragama pasti akan jauh dari neraka narkoba,  tidak mungkin dia akan mengulurkan tangannya pada narkoba, baik membeli, mengedarkan, maupun menyelundupkannya. Sebab, jalan narkoba adalah jalan setan dan jalan Allah tidak mungkin bertemu dengan jalan setan.
Di Indonesia, pencandu narkoba ini perkembangannya semakin pesat, para pencandu narkoba pada umumnya berusia antara 11 sampai 24 tahun,  artinya usia tersebut ialah usia produktif atau usia pelajar, pada awalnya  pelajar yang mengonsumsi narkoba biasanya mereka yang sudah mengenal rokok, karena kebiasaan merokok  sepertinya sudah menjadi hal yang wajar di kalangan pelajar saat ini.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, masalah – masalah yang muncul adalah sebagai berikut :
1.Zat-zat berbahaya yang terdapat di dalam narkoba.
2.Apakah dampak narkoba bagi pelajar.
3.Bagaimana cara mengatasi kecanduan narkoba.

1.3 Tujuan Penulisan
Penulisan Karya Ilmiah  ini bertujuan:
1.Untuk mengetahui zat-zat yang beracun yang ada di dalam narkoba.
2.Untuk menjelaskan dampak narkoba bagi pelajar.
3.Untuk menjelaskan cara-cara mengatasi kecanduan narkoba.


BAB II
BAHAYA NARKOBA BAGI PELAJAR


2.1 Uraian Umum Tentang Narkoba
Narkoba sudah menjadi istilah populer di masyarakat, namun masih sedikit yang memahami arti narkoba, narkoba adalah singkatan dari narkotika, psikotropika dan bahan adiktif lainnya, dalam arti luas adalah obat, bahan atau zat.
Jika masuk ke dalam tubuh baik secara oral atau di hirup maupun di suntikkan di intravena,dapat berpengaruh pada kerja otak atau susunan syaraf pusat.
Psitropika tidak di jualbelikan , dimiliki, di simpan dan di gunakan  secara tidak sah berarti melanggar hukum. Narkoba menyebabkan ketergantungan dan di nyatakan sebagai bahan yang berbahaya untuk di konsumsi. 
Beberapa hal yang perlu di ketahui  tentang narkotika, psikotropika,  dan bahan adiktif, ketiganya  berasal dari bahan yang berbeda  dan memiliki dampak  yang berbeda, ketiganya juga kerap menjadi perdagangan  terselubung yang korbanya yang tidak lain anak-anak yang belum memiliki pengetahuan tanyang narkoba.

2.2 Jenis-Jenis Narkoba
2.2.1. Opium
Opium adalah jenis narkotika yang paling berbahaya, dikonsumsi dengan cara ditelan langsung atau diminum bersama teh, kopi atau dihisap bersama rokok. Opium diperoleh dari buah pohon opium yang belum matang dengan cara menyayatnya hingga mengeluarkan getah putih yang lengket.
Pada mulanya, pengonsumsi opium akan merasa segar bugar dan mampu berimajinasi dan berbicara, namun hal ini tidak bertahan lama, tak lama kemudian kondisi kejiwaannya akan mengalami gangguan dan berakhir dengan tidur pulas bahkan koma.
Jika seseorang ketagihan, maka opium akan menjadi bagian dari hidupnya. Tubuhnya tidak akan mampu lagi menjalankan fungsi-fungsinya tanpa mengonsumsi opium dalam dosis yang biasanya, dia akan merasakan sakit yang luar biasa jika tidak bisa memperolehnya, kesehatannya akan menurun drastis.
Otot-otot si pecandu akan layu, ingatannya melemah dan nafsu makannya menurun. Kedua matanya mengalami sianosis dan berat badannya terus menyusut.

2.2.2. Morphine
Orang yang mengonsumsi morphine akan merasakan keringanan  dan kebugaran yang berkembang menjadi hasrat kuat untuk terus mengonsumsinya. Dari sinilah dosis pemakaian pun terus ditambah untuk memperoleh kenikmatan yang sama.
Kecanduan bahan narkotika ini akan menyebabkan pendarahan hidung (mimisan) dan muntah berulang-ulang, pecandu juga akan mengalami kelemahan seluruh tubuh, gangguan memahami sesuatu dan kekeringan mulut. Penambahan dosis akan menimbulkan frustasi pada pusat pernafasan dan menurunnya tekanan darah, kondisi ini bisa menyebabkan koma yang berujung pada kematian.

2.2.3. Heroin
Bahan narkotika ini berbentuk bubuk kristal berwarna putih yang dihasilkan dari penyulingan morphine. Menjadi bahan narkotika yang paling mahal harganya, paling kuat dalam menciptakan ketagihan (ketergantungan) dan paling berbahaya bagi kesehatan secara umum.
Penikmatnya mula-mula akan merasa segar, ringan dan ceria. Dia akan mengalami ketagihan seiring dengan konsumsi secara berulang-ulang. Jika demikian, maka dia akan selalu membutuhkan dosis yang lebih besar untuk menciptakan ekstase yang sama. Karena itu, dia pun harus megap-megap untukmendapatkannya, hingga tidak ada lagi keriangan maupun keceriaan. Keinginannya hanya satu, memperoleh dosis yang lebih banyak untuk melepaskan diri dari rasa sakit yang tak tertahankan dan pengerasan otot akibat penghentian pemakaian.
Pecandu heroin lambat laun akan mengalami kelemahan fisik yang cukup parah, kehilangan nafsu makan, insomnia (tidak bisa tidur) dan terus dihantui mimpi buruk. Selain itu, para pecandu heroin juga menghadapi sejumlah masalah seksual, seperti impotensi dan lemah syahwat. Sebuah data statistik menyebutkan, angka penderita impotensi di kalangan pecandu heroin mencapai 40%.

2.2.4. Codeine
Codeine mengandung opium dalam kadar yang sedikit. Senyawa ini digunakan dalam pembuatan obat batuk dan pereda sakit (nyeri). Perusahaan-perusahaan farmasi telah bertekad mengurangi penggunaan codeine pada obat batuk dan obat-obat pereda nyeri. Karena dalam beberapa kasus, meski jarang, codeine bisa menimbulkan kecanduan.

2.2.5. Kokain
Kokain disuling dari tumbuhan koka yang tumbuh dan berkembang di pegunungan Indis di Amerika Selatan (Latin) sejak 100 tahun silam. Kokain dikonsumsi dengan cara dihirup, sehingga terserap ke dalam selaput-selaput lendir hidung kemudian langsung menuju darah. Karena itu, penciuman kokain berkali-kali bisa menyebabkan pemborokan pada selaput lendir hidung, bahkan terkadang bisa menyebabkan tembusnya dinding antara kedua cuping hidung.
Problem kecanduan kokain terjadi di Amerika Serikat, karena faktor kedekatan geografis dengan sumber produksinya. Dengan proses sederhana, yakni menambahkan alkaline pada krak, maka pengaruh kokain bisa berubah menjadi sangat aktif. Jika heroin merupakan zat adiktif yang paling banyak menyebabkan ketagihan fisik, maka kokain merupakan zat adiktif yang paling bayak menyebabkan ketagihan psikis.
Pemakaian kokain dalam jangka pendek mendatangkan perasaan riang-gembira dan segar-bugar. Namun beberapa waktu kemudian muncul perasaan gelisah dan takut, hingga halusinasi.

2.2.6. Amfitamine
Obat ini ditemukan pada tahun 1880. Namun, fakta medis membuktikan bahwa penggunaannya dalam jangka waktu lama bisa mengakibatkan risiko ketagihan. Pengguna obat adiktif ini merasakan suatu ekstase dan kegairahan, tidak mengantuk, dan memperoleh energi besar selama beberapa jam. Namun setelah itu, ia tampak lesu disertai stres dan ketidakmampuan berkonsentrasi, atau perasaan kecewa sehingga mendorongnya untuk melakukan tindak kekerasan dan kebrutalan.
Kecanduan obat adiktif ini juga menyebabkan degup jantung mengencang dan ketidakmampuan berelaksasi, ditambah lemah seksual. Bahkan dalam beberapa kasus menimbulkan perilaku seks menyimpang. Termasuk derivasi (turunan) obat ini adalah obat yang disebut “captagon”. Obat ini banyak dikonsumsi oleh para siswa selama musim ujian, padahal prosedur penggunaannya sebenarnya sangat ketat dan hati-hati.

2.2.7. Ganja
Ganja memiliki sebutan yang jumlahnya mencapai lebih dari 350 nama, sesuai dengan kawasan penanaman dan konsumsinya, antara lain; mariyuana, hashish, dan hemp.Adapun zat terpenting yang terkandung dalam ganja adalah zat trihidrocaniponal (THC).

2.3 Beberapa Penelitian Tentang Narkoba
Penelitian yang dilakukan Yayasan Anak Cinta Bangsa (YCAB) menguak banyaknya anak di rentang usia10-13 tahun menjadi pencandu zat yang sangat bebahaya itu.
Berawal dari menghisap rokok, anak dan remaja yang mempunyai rasa ingin tahu yang besar dan mencoba sesuatu yang baru maka ia akan beralih pada zat lain yang akan memberikan sensasi dan kenikmatan yang lebih, yaitu narkoba.
Tingginya penularan HIV/AIDS, di antaranya di tularkan melalui jarum suntik secara bergiliran, beberapa penelitian juga menyatakan kecendrungan pencandu narkoba melakukan hubungan seks sebelum atau sesudah menggunakan narkoba, sehingga makin memperparah penyebaran  HIV/AIDS di Indonesia.
Sebuah  penelitian juga menunjukan ikatan yang kuat antara anak dan orang tua punya faktor besar dalam mencegah anak terjerat narkoba yang ada di lingkungan kita.

2.3 Dampak Negatif Memakai Narkoba
Penyalahgunaan narkotika  dan obat-obatan terlarang di kalangan generasi muda kian meningkat, maraknya penyimpangan perilaku generasi muda tersebut dapat membahayakan hidup bangsa ini di kemudian hari , karena pemuda sebagai generasi yang di harapkan menjadi penerus bangsa , semakin hari semakin rapuh karena di gerogoti narkoba zat-zat adiktif yang menghancurkan syaraf sehingga pemuda tersebut tidak dapat berfikir jernih, akibatnya  generasi harapan bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal kenangan
Dampak negatif penyalahgunaan narkoba terhadap anak atau remaja (pelajar) adalah sebagai berikut:

- Perubahan dalam sikap, perangai dan kepribadian
- Sering membolos , menurunya kedisiplinan dan nilai-nilai pelajaran.
- Menjadi mudah tersinggung dan cepat marah.
- Sering menguap , mengantuk, dan malas.
- Tidak memperdulikan kesehatan dirinya.
- Suka mencuri untuk membeli narkoba.

2.4 Upaya Pencegahan Narkoba Bagi Pelajar
Upaya pencegahan penyebaran narkoba di kalangan pelajar sudah seharusnya menjadi tanggung jawab kita bersama, dalam hal ini semua pihak termasuk orang tua , guru, dan masyarakat harus turut berperan aktif dalam mewaspadai ancaman narkoba terhadap anak-anak kita.
Adapun upaya-upaya  yang dapat kita lakukan adalah melakukan kerja sama dengan pihak yang berwenang untuk melakukan penyuluhan tentang bahaya narkoba, atau mungkin mengadakan razia mendadak secara rutin.
Pihak sekolah juga harus melakukan pengawasan yang ketat  terhadap gerak-gerik anak didiknya ,  karena biasanya penyebaran  transaksi narkoba sering terjadi di sekitar lingkungan sekolah
Kemudian faktor yang terpenting itu adalah orang tua siswa itu sendiri dengan memberikan perhatian dan kasih sayang, dan memberikannya pendidikan moral dan keagamaan .
Dengan berbagai upaya tersebut di atas mari kita bersama-sama menjaga generasi muda dari bahaya narkoba , sehingga harapan kita melahirkan generasi yang cerdas dan tangguh di masa yang akan datang dapat terwujud dengan baik.

BAB III
PENUTUP


3.1 Simpulan
Dari makalah di atas dapat di ambil kesimpilan bahwa
a)Narkoba adalah barang yang sangat berbahaya dan bisa merusak susunan ayaraf dan bisa merubah kepribadian seseorang menjadi semakin buruk.
b)Narkoba adalah sumber dari tindakan kriminalitas yang bisa merusak norma dan ketentraman umum.
c)Menimbulkan dampak negative yang mempengaruhi pada tubuh baik secara fisik  maupun psikologis.

3.2 Kritik dan Saran
Makalah ini masih jauh dari sempurna oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini, semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua.

DAFTAR PUSTAKA
Sukardi. Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. Jakarta:
Bina Aksara, 2000.
Kartini Kartono. Psikologi Remaja. Bandung: Mandar Manju, 2003.
Drs Hasan Basri. Remaja Berkualitas,Problematika Remaja dan
Solusinya.Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2006.
Dyah Padmini. Narkotika dan Psikotropika. Bandung: Angkasa,2000.
Abu Al-Ghifari. Generasi Narkoba. Bandung: Mujahid, 2002.