Makalah Analisis Film

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 
Psikologi komunitas lebih dekat ke arah psikologi klinis berupa sebuah permberdayaan. Psikologi komunitas muncul bersamaan dengan gerakan kesehatan mental yang di dengung – dengungkan di Eropa khususnya Inggris. Psikologi komunitas lebih menekankan pada pemberdayaan dan preventif pada sebuah komunitas, serta memperbaiki masalah yang sudah muncul pada komunitas tersebut yang pada akhirnya berdampak pada individu.
Mungkin tidak banyak orang yang mau mengetahui bagaimana kehidupan para narapidana di dalam lembaga pemasyarakatan, bagaimana perasaan mereka di dalam lapas, bagaimana mereka menghadapi kebosanan rutinitas yang mereka jalani yang cenderung monoton, apa yang seharusnya mereka siapkan agar ketika mereka kembali ke masyarakat mereka dapat diterima dan tidak menjadi “sampah masyarakat”. Film Harmony ini lah yang kami pilih, karena cukup menggambarkan bagaimana pemberdayaan terhadap narapidana, dukungan para narapidana dan pejabat lapas sehingga tumbuh perasaan bangkit, berharga dan bangga dalam diri tokoh terhadap kemampuan kelompok paduan suara mereka. Oleh karena itu, kami membahas film Harmony dan relevansinya terhadap Psikologi Komunitas.
1.2 Tujuan
Mahasiswa dapat memahami dan menganalisis konsep  psikologi komunitas melalui film Harmony.
1.3 Manfaat
1.      Mahasiswa dapat memahami pembahasan psikologi komunitas
2.  Mahasiswa dapat memahami relevansi antara konsep psikologi komunitas dengan cerita dalam film Harmony

BAB II 
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Psikologi Komunitas
Psikologi komunitas di Amerika mulai berkembang sejak 1955, ketika diumumkan undang-undang tentang pengembangan konsep kesehatan mental komunitas untuk mengurangi jumlah rumah sakit jiwa. Pada tahun 1963 Kennedy Bill mengemukakan sistem komprehensif dalam layanan kesehatan mental, melakukan deteksi dini dar gangguan kesehatan mental yang dapat menurunkan jumlah penderita yang dimasukkan ke RSJ. Tahun 1965 dianggap sebagai kelahiran Psikologi Komunitas pada saat itu diadakan konferensi di Massachusetts dimana para psikolog membahas masa depan dan peran kesehatan mental, dan tak lama berselang terbentuk Community Psychology dalam American Psychological Association (APA).
Psikologi komunitas adalah studi yang mempelajari efek-efek faktor sosial dan lingkungan terhadap perilaku manusia, baik pada level individual, kelompok, organisasi, atau pun masyarakat (Heller dikutip Dufty dan Wong). Psikologi komunitas erat kaitannya dengan hubungan individu dengan sistem sosial, kesejahteraan, kebijakan pemerintah dan kesehatan individu dalam kaitan dengan masyarakat.
Rapaport yang pendekatannya lebih berorientasi pada community mental health, mengemukakan bahwa perspektif Psikologi Komunitas memberikan perhatian pada tiga hal utama, yakni :
1.      Pengembangan sumber daya individu,
2.      Aktivitas politik,
3.      Ilmu pengetahuan. Duffy dan Wong (1996) mengutip 3 definisi psikologi komunitas yang dianggapnya populer, yaitu :
a. Psikologi komunitas adalah study yang melibatkan efek-efek faktor sosial dan lingkungan pada perilaku yang terjadi pada level individu, kelompok, organisasi maupun masyarakat (Heller, dkk, 1984, hal 4).
b. Psikologi komunitas adalah bagian dan sebuah upaya untuk menemukan alternatif lain dalam rangka menghadapi adanya penyimpangan terhadap norma-norma yang berakar di masyarakat. Dalam konteks ini psikologi komunitas memandang sebagai upaya untuk memberikan dukungan terhadap hak setiap orang untuk berbeda tanpa harus menanggung resiko material maupun sanksi psikologis (Rapaport, 1977, hal 3).
c. Psikologi komunitas dibutuhkan sebagai sebuah pendekatan pada problem perilaku manusia, yang menekankan pada kontribusinya terhadap pembangunan yang dibuat karena tekanan lingkungan sebagaimana halnya potensi sumbangannya untuk meringankan bebeannya dengan menggunakan tekanan yang lain. Dari definisi diatas dapat dilihat bahwa psikologi komunitas memfokuskan pada masalah yang terkait dengan isu – isu sosial, institusi sosial, setting – setting lain yang mempengaruhi individu, kelompok dan organisasi.
Sedangkan menurut Orford (1992), Community Psychology adalah tentang ketergantungan individual dengan settingnya dan dengan settingnya pada berbagai level termasuk yang paling tinggi, yaitu level makro.
Psikologi Komunitas menurut Zax & Specter psikologi komunitas adalah sebuah pendekatan kesehatan mental yang menekankan peran dari tekanan lingkungan dalam membentuk dan mengurangi masalah.

2.2 Fokus Psikologi Komunitas
Beberapa fokus Psikologi Komunitas yaitu :
a. Masalah-masalah yang terkait dengan isu-isu sosial, institusi sosial dan setting-setting lain yang mempengaruhi perilaku manusia sebagai individu, kelompok dan organisasi masyarakat (Orford).
 b. Mempelajari bagaimana masyarakat menghasilkan SDM yang kompeten
c. Memahami faktor-faktor peningkatan promosi kesehatan
d. Memahami faktor-faktor penyebab masalah psikologis dalam konteks sosial.

2.3 Tujuan Psikologi Komunitas
Banyak perubahan-perubahan dalam tatanan masyarakat sekarang ini yang menyebabkan banyaknya muncul gejala-gejala sosial seperti kemiskinan, kekumuhan, polusi udara, pengungsian penduduk bahkan bencana alam sangat memungkinkan munculnya ancaman gangguan-gangguan psikologis terutama dalam hal gangguan emosional. Kondisi ini membutuhkan suatu pendekatan yang tidak menggunakan cara tradisional dari psikologi klinis, tetapi membutuhkan sutau pendekatan menyeluruh yakni pendekatan komunitas.
Psikologi komunitas pada dasarnya terkait dengan hubungan antar sistem sosial, kesejahteraan dan kesehatan individu dalam kaitan dengan masyarakat. Psikologi komunitas didefinisikan sebagai sutau pendekatan kepada kesehatan mental yang menekankan pada peran daya lingkunan dalam menciptakan masalah atau mengurangi masalah. Psikologi komunitas berfokus pada arah permasalahan kesehatan mental dan sosial  yang  dikembangkan melalui intervensi juga riset dengan seting mencakup  masyarakat dan komunitas pribadi.
Tujuan psikologi komunitas adalah mengoptimalkan tingkat kesejahteraan umat manusia dengan inovasi dan alternatif intervensinya yang didesain dalam sebuah kolaborasi, baik dengan bidang ilmu di dalam maupun di luar psikologi yang memberikan dampak pada anggota masyarakat ( Dufty dan Wong 1996 ). Tujuan lain dari psikologi komunitas adalah:
1.      Menciptakan atau mendorong keterlibatan dalam perubahan sosial, agar individu dalam berbagai komunikasi memperoleh manfaat yang menunjang peningkatan kualitas hidupnya;
2.      Dapat mengidentifikasi dan melakukan klasifikasi terhadap berbagai komunitas yang ada;
3.      Memahami problem yang dihadapi individu, kelompok, komunitas dan masyarakat. Misalnya problem psikologis individu yang berdampak pada diri sendiri, maupun lingkungan. Problem psikologis tersebut meliputi kebijakan public, praktik pelayanan kesejahteraan sosial, kesehatan dalam komunitas;
4.      Mampu melakukan langkah-langkah kuratif atau antisipatif untuk pemberdayaan individu, kelompok, komunitas dan masyarakat.

2.4 Prinsip  Prinsip Psikologi Komunitas
Adapun beberapa prinsip – prinsip dari psikologi komunitas adalah :
      Psikologi komunitas tidak lagi memandang perilaku hanya ditentukan oleh faktor biologis bawaan, namun menggunakan pendekatan ekologis untuk memahami perkembangan dan pencegahan gangguan psikologis.
      Psikologi komunitas memandang bahwa yang bersifat intervensi dan pencegahan perlu dilakukan di tempat orang yang tinggal dalam komunitas.
      Kegiatan intervensi untuk meningkatkan kesehatan mental dan kegiatan pencegahan gangguan sosial psikologis tidak lagi ditujukan bagi perubahan perseorangan, namun perubahan sistem sosial.
Prinsip psikologi komunitas menurut Korchin, sebagai berikut:
      Faktor lingkungan sangatlah penting dalam menentukan dan mengubah perilaku
      Intervensi sosial dan komunitas dapat efektif untuk membuat institusi sosial lebih mendukung kesehatan mental dan mengurangi stres individual.
      Intervensi lebih ditujukan untuk prevensi dan rehabilitasi
      tujuan intervensi adalah meningkatkan kompetensi sosial bukan sekedar mengurangi distres psikologis.
      Pertolongan paling efektif adalah bila tersedia dekat dengan lokasi di mana masalah itu muncul.
      Klinis komunitas harus mendatangi klien bukan pasif menunggu
      Mendidik publik untuk memahami sifat-sifat dan sebab masalah psikososial dan sumber daya yang tersedia untuk mengatasi hal tersebut.
      Untuk mengembangkan pengetahuan-pengetahuan yang diperlukan bagi intervensi yang terinformasi, psikologi komunitas memerlukan pendekatan naturalistik dan ekologis.
Psikologi komunitas berusaha untuk menganggap serius persamaan terkenal Lewin B = f (P, E), yaitu perilaku adalah fungsi dari orang, lingkungan, interaksi antara keduanya. Selain itu, psikologi komunitas mempertimbangkan individu dalam konteks yang kompleks antara individu dengan lingkungan yang saling berhubungan dan bersifat resiprokal. Termasuk pada konsep dukungan sosial, kebijakan kekuasaan, kontrol, pemberdayaan, konsep dari setting perilaku, dan model teori dari Brofenbrenner dalam setting mikro, meso, ekso dan makro sistem atau level. Sistem ini mempunyai pengaruh yang bersifat resiprokal dan kontinu antara bagian dan komponen.
Artinya bahwa penggunaan dan penerapan psikologi komunitas berorientasi pada kebebasan untuk sesuai dengan kebutuhan dari satu tingkat berpikir ke tingkat yang lain. Hal ini, tentu saja, mempertimbangkan adanya saling ketergantungan individu dan aspek struktur sosial bahwa psikologi komunitas paling jelas tidak secara langsung terlibat dalam area pribadi dan personal serta memasuki ranah masyarakat publik dan politik.

2.5 Konsep-Konsep dalam Psikologi Komunitas
Ada beberapa konsep yang sangat melekat pada pendekatan psikologi komuntas, yakni pada:
1.      Konsep Pencegahan, pencegahan dari gangguan psikologis bertujuan untuk menghemat biaya perawatan penderita. Terdiri dari tiga yakni pencegahan primer, sekunder dan tertier.
2.      Pemberdayaan manusia, pemberdayaan manusia dalam masyarakat bertujuan untuk mempertahankan kesehatan dan mencegah munculnya gangguan-gangguan psikologis.
Beberapa pertimbangan-pertimbangan dalam psikologi komunitas :
1.      Psikologi Komunitas menekankan kepada dua aspek secara serentak yakni kondisi masyarakat sebagai dasar teori dan riset pada proses lingkungan sosial.
2.      Memusatkan, tidak hanya bertitik tolak pada kondisi psikologis individu,  akan tetapi atas  berbagai tingkatan analisa yang bergerak dari  individu kemudian mengkelompokkannya ke dalam organisasi dan akhirnya kepada struktur yang terbesar yakni kelompok masyarakt secara utuh dimana individu berada.
3.      Psikologi Komunitas meliputi atau cakupan jangkauan luas berupa seting dan substansi dari suatu area/daerah komunitas.

Dari ketiga dasar tersebut di atas psikologi komunitas dalam menganalisis permasalahan individu memiliki keunikan tersendiri dimulai dari kondisi individu itu sendiri kemudian mengarah kepada suatu pergerakan sosial masyarakat atau sebaliknya atau juga dimulai secara bersama-sama. Pada dasarnya Psikologi komunitas orientasi kerjanya hampir sama dengan psikologi klinis dan kesehatan mental masyarakat dengan tujuan untuk mengenalkan kesejahteraan manusia. Tetapi psikologi komunitas tidak hanya puas denan kencenderungan klinis yang hanya menempatkan permasalahan kesehatan mental yang berfokus di dalam diri individu. Psikologi komunitas lebih melihat ancaman terhadap kesehatan mental dari lingkungan sosial atau konflik/ ketidakcocokan antara individu dengan lingkungannya.  Penekanan secara spesifik lebih kepada dukungan sosial bukan kepada perubahan individu. Psikologi komunitas lebih memusatkan perhatian pada kesehatan bukan kepada penyakit, dan kepada peningkaan kemampuan individu dan komunitasnya. Hal  inilah yang mungkin merupakan simbol dari psikologi komunitas dan yang membedakannya dengan psikologi klinis dan kesehatan mental yang lebih berfokus kepada perubahan individu.
Psikologi komunitas lebih berorientasi kepada tindakan preventif (pencegahan). Maknanya psikologi komunitas berusaha untuk mencegah permasalahan terjadi ke depan, dibandingkan menunggu permasalahan tersebut muncul dan menjadi lebih serius. Psikologi komunitas lebih melihat kepada adanya indikasi dari suatu keadaan sehingga bisa melakukan tindakan preventif, dan memiliki prediktor apa yang akan terjadi ke depan dengan kondisi yang ada sekarang.
Dengan adanya prediktor inilah yang menjadikan Psikologi komunitas berbeda dengan kesehatan masyarakat,  dalam  memandang kesehatan mental, institusi sosial, dan mutu hidup secara umum. Psikologi komunitas harus memiliki orientasi riset yang kuat, karena sangat tergantung kepada suatu dugaan yang mengarah kepada permasalahan-permasalahan sosial yang akan muncul dengan kondisi yang ada.
Adapula konsep pemberdayaan dalam psikologi komunitas, dimana pemberdayaan  adalah upaya mencegah terbentuknya perasaan tak berdaya dan pasrah pada individu atau kelompok individu yang terkena suatu dampak perubahan lingkungan yang merugikan.

2.6  Sinopsis
A.    Movie: Harmony
Revised romanization: Hamoni
Hangul:
하모니
Director: Kang Dae-Kyu
Writer: Lee Seung Yeon, Yun Je-Gyun
Producer: Kim Nam-Su, Yun Je-Gyun, Jae-Won Jeong
Cinematographer: Kim Yeong-Ho
Release Date: January 28, 2010
Runtime: 115 min.
Genre: Drama
Distributor: CJ Entertainment
Language: Korean
Country: South Korea
B.     (sumber: http://asianwiki.com/Harmony)

            Film ini menceritakan tentang kehidupan para narapidana wanita di Lembaga Permasyarakatan, Korea. Ada beragam kasus yang melatar belakangi para wanita di sini yang menjadikan mereka seorang narapidana. Hong Jeong Hye masuk penjara disaat hamil tua karena tidak sengaja membunuh suaminya, yang sering melakukan kekerasan bahkan disaat Jeong Hye sedang hamil. Kim Moon-Ok wanita tua yang di vonis eksekusi mati karena secara berencana membunuh suaminya dan selingkuhannya yang tidak lain adalah murid les musiknya dengan menabrak mereka dengan mobilnya. Ji Hwa-Ja wanita sedikit lebih tua dari Jeong Hye serta wanita bertubuh subur Kang Yeun-Sil. Mereka di tempatkan dalam satu sel dan mereka adalah pioneer penggerak di lingkungan narapidana ini di bantu oleh sipir Kong Na-Yeong. Hubungan penghuni di sel ini penuh dengan kehangatan ditambah anak Jeong Hye, Min Wo yang sangat lucu dan membawa kegembiraan tersendiri bagi penghuni lapas terlebih sel ini. Namun, suasana kehangatan sel pun berubah sebentar ketika napi baru yang masih muda ditempatkan di kamar mereka. Napi tersebut bernama Kang Yu-Mi, seorang napi yang masih sangat muda, Yu Mi berada disini karena tidak sengaja membunuh ayah tirinya yang berusaha melakukan pelecehan seksual kepadanya, Yu Mi terlihat depresi. Yu Mi selalu menolak bertemu dengan Ibu nya, mungkin karena dia marah kepada Ibunya atau dia merasa bersalah kepada Ibunya. Awalnya kehadiran Yu Mi dibenci oleh rekan-rekan sekamarnya karena Yu Mi tidak menunjukkan rasa hormat kepada yang lain.
Pada suatu hari, para narapidana terpesona melihat pertunjukan kelompok paduan suara yang sengaja di undang oleh lapas untuk menghibur mereka semua. Jeong Hye lah yang pertama kali mencetuskan ide untuk mengadakan kegiatan paduan suara bagi anggota lapas. Awalnya idenya di tolak mentah-mentah oleh sipir Bang-Kwang Jal. Tapi Jeong Hye berusaha meyakinkan kepala komisaris bahwa ini adalah reformasi bagi mereka, reformasi bagi kehidupan mereka yang membosankan di dalam penjara dan usaha peningkatan kebahagiaan bagi diri mereka dengan bernyanyi. Dia meminta sebuah permintaan jika ia berhasil membentuk paduan suara, dan mengubah kehidupan para napi menjadi bahagia, Ia ingin satu hari untuk keluar penjara bersama Min Wo anaknya, karena Min Wo yang berusia 1 tahun belum pernah sekali pun keluar dari lingkungan penjara. Akhirnya kepala komisaris memberikan kesempatan untuknya, jika selama 6 bulan tidak ada perkembangan, maka kelompok yang akan dia bentuk harus dibubarkan.
Dengan semangat Jeong Hye dibantu oleh sipir Kong menempelkan pengumuman dan audisi kelompok paduan suara. Ditengah dia sedang membujuk sipir Kong untuk bermain musik sekaligus menjadi pelatih mereka kelak, Jeong Hye mendapati Moon-Ok (wanita tua) sedang bermain piano dengan sangat bagus dan menyentuh. Jeong Hye langsung memohon kepada Moon-Ok untuk bermain musik, pelatih sekaligus juri audisi paduan suara. Awalnya Moon-Ok menolak, karena bermain piano mengingatkan dia pada wanita selingkuhan suaminya yang tidak lain adalah muridnya sendiri. Akhirnya Moon-Ok menerima tawaran Jeong Hye ketika mereka sedang menjenguk Yu Mi yang sedang terbaring di klinik setelah dia mematuki kepalanya sendiri ke tembok. Jeong Hye berkata berilah kebahagiaan untuk jiwanya yang banyak terluka melalui musik. Moon-Ok yang menganggap Yu Mi seperti anaknya sendiri akhirnya menerima tawaran Jeong Hye.
            Akhirnya audisipun di mulai, Moon-Ok yang dulunya adalah proffesor musik dapat melihat potensi bernyanyi di dalam diri para napi, sekalipun suara mereka banyak yang sumbang termasuk Jeong Hye. Pada minggu pertama latihan Moon-Ok merasa frustasi karena hal ini tidak semudah yang dia pikirkan, dia berharap mendapatkan orang yang memiliki suara sopran agar bisa menguatkan kelompok paduan suara ini. Sekali lagi Jeong Hye lah yang menemukan orang yang memiliki suara sopran ini, dia mendapati Yu Mi sedang bernyanyi di sebuah sel kosong dengan suara tinggi dan merdu serta menyayat hati. Dia meminta Moon-Ok agar bisa membujuk Yu Mi. Yu Mi langsung menolaknya bahkan dengan kata-kata kasar. Moon-Ok langsung menamparnya dan pergi meninggalkan Yu Mi sendirian. Keesokan harinya Yu Mi ditemani sipir Kong datang menemui Moon-Ok yang sedang bermain piano di aula, dia berniat untuk meminta maaf. Moon-Ok yang memiliki naluri keibuan sebenarnya sudah memaafkan Yu Mi. Disini lah Moon-Ok menyadarkan Yu Mi, bahwa dia tidak sendiri. Yu Mi pun meminta maaf kepada Moon-Ok atas ketidak sopanannya, Moon-Ok pun mengajak Yu Mi bermain piano dan bercerita kepada Yu Mi tentang rasa rindunya Ia kepada anak-anaknya. Melihat Yu Mi yang terlihat bersedih, Moon Ok pun menasehati Yu Mi untuk tetap semangat hidup, kurang lebih seperti ini:
“Meskipun itu sulit, cobalah untuk hidup dan beristirahat disisa hidupmu dengan senyuman. Kita semua mengalami penderitaan, oleh karena itu kita harus saling menguatkan.”
Yu Mi pun menangis dan mau bergabung ke paduan suara napi, keesokan harinya Yu Mi memperdengarkan kemampuan vokalnya di depan para napi yang lain, dan para napi pun terpukau oleh suara Yu Mi. Karena tidak ada satu pun dari napi yang pandai bermain piano selain Moon-Ok, oleh karena itu Jeong Hye menunjuk sipir Kong menjadi pemain pianonya. Moon-Ok menjadi konduktor.
            Sebelum akhirnya para napi menjadi kelompok yang solid, mereka semua saling mendekatkan diri satu sama lain. Mereka yang emosinya sangat mudah tersulut tidak jarang bertengkar bahkan sampai adu fisik karena hal yang sangat sepele. Mereka membuat lingkaran di aula dan saling memperkenalkan diri dari awal dan menceritakan latar belakang mereka mengapa mereka semua berada di lapas.
            Berkat bantuan Yu Mi, Jeong Hye yang memiliki suara jelek perlahan-lahan menjadi bagus, dan hampir setara dengan kualitas vokalnya Yu Mi. Sampai akhirnya waktu enam bulan pun selesai dan paduan suara napi tampil dihadapan para sipir, commissioner dan pejabat penjara lainnya. Penampilan mereka awalnya membuat sipir Bang, commisioner ragu, tapi ketika setelah mereka bernyanyi, paduan suara napi itu mendapatkan apresiasi yang baik dari pada napi yang lain dan dari pejabat penjara. Karena janji Jeong Hye berhasil, maka Jeong Hye pun mendapat satu hari untuk dapat keluar penjara bersama Min Wo, namun dihari itu juga hari dimana Min Wo akan diadopsi, oleh karena itu para teman sekamar Jeong Hye sedih dan memastikan keputusan Jeong Hye itu. Namun apalah dikata pengadopsian Min Wo harus tetap dilakukan karena Min Wo tidak dapat tumbuh besar di penjara.
            Empat tahun berlalu, paduan suara napi mendapatkan undangan sebagai tamu untuk tampil di acara TV nasional Korea tempatnya di Seoul Cultural Centre. Maka para anggota paduan suara napi pun bahagia, dan sibuk menghubungi anggota keluarga mereka termasuk Hwa Ja dan Yeon Sil, kecuali Jeong Hye, Moon-Ok, dan Yu Mi, yang tidak menghubungi keluarganya. Namun karena kebaikan hatinya, sipir Kong diam-diam mengirimkan surat undangan kepada keluarga mereka, pertama sipir kong mengirimkan surat undangan ke Ibu Yu Mi yang datang menjenguk Yu Mi namun seperti biasa Yu Mi tidak mau melihat Ibunya. Setelah itu sipir Kong mendatangi rumah anaknya Moon-Ok, dan terakhir mendatangi keluarga baru Min Wo.
            Hari yang ditunggu pun tiba, para napi bahagia karena bisa melihat kembali dunia luar, dunia yang tidak dilihatnya bertahun-tahun, mereka pun kaget melihat kota Seoul yang telah berubah dipenuhi gedung pencakar langit. Paduan Suara Napi pun naik ke panggung, disaat ini lah ekspresi para napi terlihat bahagia dan terharu karena dapat melihat para keluarganya yang ada dibangku penonton, begitu juga para keluarga napi terharu dan bangga bisa melihat orang yang disayanginya ada diatas panggung.
            Setelah mereka selesai pentas, panitia melakukan hal yang spesial sebagai penghormatan bagi para napi tersebut, sekelompok anak datang membawa lilin dari arah penonton menuju panggung sambil menyanyikan lagu natal dan puji-pujian bersama para napi. Pada saat itulah anak yang memegang tangan Jeong Hye adalah Min Wo anaknya sendiri, pertemuan yang sangat mengharukan. Begitupun dengan para napi lainnya, setelah acara selesai mereka di beri kesempatan untuk bertemu dengan keluarga masing-masing.

2.7  Relevansi Film Terhadap Psikologi Komunitas
Film Harmony yang menceritakan bagaimana kehidupan narapidana perempuan di Lapas yang bisa bangkit sehingga mampu berprestasi ini memiliki relevansi dengan Psikologi Komunitas. Dimana di dalam psikologi komunitas pendekatannya lebih menekankan kepada efek dari dukungan sosial dan tekanan sosial masyarakat serta tindakan preventif dan self-help.
Dalam film ini tergambarkan bagaimana mereka memiliki tekanan sosial di masyarakat akibat mereka melakukan tindak kejahatan sehingga mereka di masukan ke dalam lapas, kerinduan dan kebosanan hidup di dalam lapas dengan kegiatan yang monoton, serta keadaan emosi yang rentan tersulut sehingga adu fisik seringkali tidak dapat dihindarkan antar napi. Namun, psikologi komunitas disini berperan, jika melihat dari definisi Psikologi Komunitas menurut Zax & Specter psikologi komunitas adalah sebuah pendekatan kesehatan mental yang menekankan peran dari tekanan lingkungan dalam membentuk dan mengurangi masalah.
Di Film ini terdapat scene bagaimana usaha sipir Kong dan Moon-Ok untuk saling mendekatkan dan menyadarkan para napi bahwa mereka tidak sendiri dan harus saling menguatkan. Sebelum akhirnya mereka jadi kelompok yang solid, emosi mereka mudah tersulut sehingga adu fisik seringkali tidak dapat dihindarkan. Usaha yang dilakukan sipir Kong dan Moon-Ok adalah dengan mengumpulkan mereka di aula dan membentuk lingkaran, di sana mereka memperkenalkan diri masing-masing dan menceritakan latar belakang mereka bisa sampai di tempat itu. Akhirnya para narapidana dapat sedikit memahami perasaan masing-masing dan ada yang tersenyum malu karena merasa sedikit bersalah mengenai tindakan kasar yang pernah mereka lakukan terhadap satu sama lain. Hal ini sesuai dengan konsep preventif, artinya psikologi komunitas berusaha untuk mencegah terjadi permasalahan ke depannya, dibandingkan menunggu permasalahan tersebut muncul dan menjadi lebih serius. Psikologi komunitas lebih melihat kepada adanya indikasi dari suatu keadaan sehingga bisa melakukan tindakan preventif, dan memiliki prediktor apa yang akan terjadi ke depan dengan kondisi yang ada sekarang. Pada secene ini yang terlihat adalah konsep secondary prevention  pada Psikologi  Komunitas dimana melakukan konseling kelompok terhadap masalah yang sudah ada dengan tujuan meringankan gangguan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan.
Konsep preventif yang terkait dengan film ini pun dapat dilihat melalui cerita bagaimana, menyadarkan bahwa mereka masih memiliki kehidupan masa depan yang akan mereka jalani dan itu harus mereka jalani dengan lebih baik. Ada satu kalimat Moon-Ok yang mengatkan, “Meskipun itu sulit, cobalah untuk hidup dan beristirahat disisa hidupmu dengan senyuman. Kita semua mengalami penderitaan, oleh karena itu kita harus saling menguatkan.”Hal ini mengharuskan mereka melakukan kegiatan preventif agar perilaku mereka tidak jatuh kedalam jurang depresi dan perilaku di masa lalu tidak terjadi lagi. Tindakan preventif  yang mereka lakukan itu salah satunya dengan membentuk sebuah kelompok paduan suara. Kegiatan positif ini pun yang akan membuat kondisi psikologis para napi tersebut lebih baik, mereka yang tadinya mengalami depresi, stress, dan frustasi seolah-olah menemukan kebahagiaannya kembali, dengan bernyanyi mereka melakukan hal-hal yang menyenangkan bersama-sama dan mereka menyadari bahwa mereka masih memiliki kemampuan yang dapat mereka banggakan dan tingkatkan, bahwa masih banyak orang-orang yang mendukung mereka seperti rekan sesama napi, sipir, pejabat lapas dan tentu keluarga mereka.
Konsep pemberdayaan lah yang paling menonjol dalam film ini, dimana pemberdayaan dalam psikologi komunitas adalah upaya mencegah terbentuknya perasaan tak berdaya dan pasrah pada individu atau kelompok individu yang terkena suatu dampak perubahan lingkungan yang merugikan. Dalam film ini diceritakan mereka berada disana dari latar belakang keluarga yang berbeda, dengan permasalahan-permasalahan yang berbeda, dengan watak dan sifat yang berbeda pula, keberagaman mereka dapat disatukan dan dapat menghasilkan suatu karya atau kelompok paduan suara yang indah dan dinamis, bagaimana Jeong Hye berusaha melakukan sesuatu untuk peningkatan kebahagiaan bagi para napi melalui bernyanyi, dimulai dari pengumpulan para napi yang berminat untuk membentuk kelompok paduan suara, Moon-Ok yang melihat potensi vokal mereka dan memberdayakaannya sampai akhirnya 4 tahun kelompok mereka berdiri, mereka mendapatkan undangan sebagai tamu untuk tampil di acara TV nasional Korea tempatnya di Seoul Cultural Centre.
Dalam psikologi komunitas juga tidak terfokus kepada penyakit atau kelemahan dalam individu, melainkan berusaha menggali atau menemukan potensi-potensi apa yang mereka (kelompok) miliki. Psikologi komunitas memandang bahwa seseorang memiliki kompetensi dan kekuatan. Bila lingkungan diubah dan orang-orang di dalamnya diberi kesempatan maka kompetensi dan kekuatan akan terlihat. Kompetensi dan kekuatan yang dimiliki dalam kelompok tersebutlah yang diberdayakan sehingga tidak hanya mengurangi distres psikologis namun juga dapat meningkatkan perasaan berharga dalam diri individu karena efek pemberdayaan kelompok. Seperti halnya dalam film ini, ternyata didapati seorang yang pandai bermain piano, bersuara sopran, bahkan orang-orang yang tadinya tidak begitu pandai bernyanyi pun dengan dibantu oleh salah seorang napi akhirnya menjadi pandai bernyanyi dan bersuara merdu, dan dilirik oleh masyarakat yang lebih luas lagi sehingga mereka merasa berharga, bahagia dan bangga, begitupun keluarga yang menyaksikan mereka yang sebelumnya acuh menjadi bangga kepada mereka. Hal ini menunjukkan bahwa peran psikologi komunitas sangat berpengaruh di dalam film ini.
Dalam film ini semua orang yang berkepentingan atau semua yang berada di lingkungan tersebut berkontribusi melakukan intervensi, tidak hanya para narapidana itu sendiri, tetapi didukung oleh para sipir dan pejabat penjara lainnya agar intervensi berjalan dengan lancar. Metode yang sangat menonjol dalam film ini adalah bagaimana social support atau dukungan sosial sangat membantu mereka melakukan perubahan lingkungan yang berefek pada masing-masing individu dengan lebih baik. Mereka saling menguatkan satu sama lain, ketika yang satu terjatuh, yang lain membantu mengembalikannya senyumnya.





BAB III 
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Psikologi komunitas adalah sebuah pendekatan kesehatan mental yang menekankan peran dari tekanan lingkungan dalam membentuk dan mengurangi masalah. Dimana di dalam psikologi komunitas pendekatannya lebih menekankan kepada efek dari dukungan sosial dan tekanan sosial masyarakat serta tindakan preventif dan self-help.
Konsep yang menonjol pada film ini adalah konsep preventif dan pemberdayaan. Konsep preventif artinya psikologi komunitas berusaha untuk mencegah terjadi permasalahan ke depannya, dibandingkan menunggu permasalahan tersebut muncul dan menjadi lebih serius. Psikologi komunitas lebih melihat kepada adanya indikasi dari suatu keadaan sehingga bisa melakukan tindakan preventif, dan memiliki prediktor apa yang akan terjadi ke depan dengan kondisi yang ada sekarang. Pada secene ini yang terlihat adalah konsep secondary prevention  pada Psikologi  Komunitas dimana melakukan konseling kelompok terhadap masalah yang sudah ada dengan tujuan meringankan gangguan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diharapkan. Pemberdayaan dalam psikologi komunitas adalah upaya mencegah terbentuknya perasaan tak berdaya dan pasrah pada individu atau kelompok individu yang terkena suatu dampak perubahan lingkungan yang merugikan. Dengan berusaha menggali atau menemukan potensi-potensi apa yang mereka (kelompok) miliki. Psikologi komunitas memandang bahwa seseorang memiliki kompetensi dan kekuatan. Bila lingkungan diubah dan orang-orang di dalamnya diberi kesempatan maka kompetensi dan kekuatan akan terlihat. Kompetensi dan kekuatan yang dimiliki dalam kelompok tersebutlah yang diberdayakan sehingga tidak hanya mengurangi distres psikologis namun juga dapat meningkatkan perasaan berharga dalam diri individu karena efek pemberdayaan kelompok.




DAFTAR PUSTAKA
       Dede. (2008). Pengertian Psikologi Komunitas. Retrieved from http://ranums.blog.com/2008/09/06/pengertian-psikologi-komunitas/

1 komentar:

annisyaayub mengatakan...

hehe.. lainkali sumber data dicantumkan ya. yang poin sinopsis dan relevansi itu saya dan kelompok saya loh yang buat ;)

Posting Komentar